- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Dibayangi Koreksi, Demo dan Sentimen Global Jadi Perhatian Investor
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih rawan terkoreksi pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Pasar saham domestik berada dalam tekanan setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 1,48% ke level 6.405,68.
Koreksi tersebut terjadi ketika mayoritas bursa saham global dan regional Asia justru bergerak positif. Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor yang turut membebani sentimen pasar.
Dalam risetnya, MNC Sekuritas menyebut pelaku pasar masih menghadapi sejumlah katalis yang dapat menentukan arah IHSG. Salah satu yang menjadi perhatian adalah agenda Jackson Hole, yang berlangsung pada pekan ini dan berpotensi memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan moneter global.
Sentimen eksternal lainnya datang dari hubungan dagang AS dan Kanada yang kembali memanas. Sementara di dalam negeri, investor mencermati proses uji kelayakan dan kepatutan calon gubernur Bank Indonesia (BI), sekaligus perkembangan politik yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan pasar.
Rencana aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG. Investor diperkirakan akan mencermati situasi di lapangan dan dampaknya terhadap stabilitas politik maupun keamanan.
Meski demikian, masih ada katalis positif yang berpotensi menopang pasar. Kenaikan harga emas dapat memberikan sentimen positif bagi saham-saham emiten yang memiliki eksposur terhadap komoditas tersebut.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan koreksi. Level support berada di 6.373, sementara resistance di 6.471.
"Untuk besok, kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 6.373 dan resistance 6.471,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Baca Juga: BEI Beri SP1 kepada 106 Emiten yang Belum Sampaikan Laporan Keuangan per 30 Juni 2026
Baca Juga: BEI Jalani Evaluasi Indeks: Sejumlah Saham Masuk dan Keluar Mulai 1 September 2026
Baca Juga: Jelang Demo 27 Agustus, IHSG Berpotensi Tertekan Aksi Profit Taking
Selain sentimen politik, arah IHSG juga akan dipengaruhi pergerakan rupiah serta dinamika harga komoditas global.
"Harga emas yang menguat dapat menjadi penopang bagi saham-saham terkait, sedangkan potensi pelemahan harga minyak mentah dunia berisiko memberikan tekanan tambahan," ungkap MNC Sekuritas.
Dengan banyaknya katalis yang perlu dicermati, investor diperkirakan akan mengambil posisi secara lebih hati-hati. Pergerakan pasar pada perdagangan hari ini akan sangat bergantung pada perkembangan situasi domestik sekaligus respons pasar terhadap sentimen global.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: