Kredit Foto: Pertamina
Pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang tahap dua (Cisem II) yang sudah mengalirkan gas sejak Maret 2026 masih menunggu penetapan tarif angkut resmi.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyampaikan pihaknya menargetkan penetapan hak khusus dan tarif dalam waktu singkat.
"PR kami memang paling lambat 10 hari kerja ke depan kami sudah akan menetapkan dan selesai serta kegiatan komersialisasi ini sudah diuji coba dengan baik," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Pipa sepanjang 242 kilometer ini menghubungkan Batang, Cirebon, dan Kandang Haur Timur dengan tujuan mengintegrasikan pasokan gas dari Jawa Timur dan Jawa Tengah ke Jawa Barat yang saat ini mengalami kekurangan pasokan.
Proses Berlangsung Lima Bulan
Tahap mechanical completion pipa Cisem II selesai pada 5 Maret 2026. Setelah itu, dilakukan commissioning, hingga akhirnya pengaliran gas perdana dimulai pada tanggal yang sama.
Serangkaian proses administratif berlanjut. Pada 13 Maret 2026, Kementerian ESDM menerbitkan keputusan menteri tentang pengelolaan pipa yang diserahkan ke BLU LEMIGAS. Tanggal 20 April 2026, LEMIGAS menunjuk PT Pertamina Gas sebagai mitra kerja sama pemanfaatan aset. Perjanjian kerja sama ditandatangani 11 Juni 2026.
Ada pun, pada Cisem I (tahap pertama), tarif toll fee ditetapkan sebesar US$0,31 per MMBTU. Untuk Cisem II, penetapan tarif masih dalam proses pembahasan oleh BPH Migas.
Penetapan tarif pipa transmisi yang dibiayai APBN ini memiliki alur khusus. Setelah mitra kerja sama menyerahkan permohonan tarif, BPH Migas memiliki waktu maksimal tujuh hari kerja untuk menerbitkan keputusan.
Baca Juga: Pipa Gas Dumai-Sei Mangke Progres 30%, Ditargetkan Tuntas Awal 2028
Baca Juga: Proyek Gas Tangguh Siapkan 5.700 Pipa untuk Fasilitas Lepas Pantai
Wahyudi menjelaskan alasan urgensi penetapan tarif. "Kaitannya dengan alur proses perizinan dan penetapan tarif pipa transmisi pendanaan APBN ini kita sudah clear tinggal kami. Industri di Jawa Barat yang saat ini kekurangan gas sangat membutuhkan pipa ini beroperasi," ujarnya.
Potensi Pasokan 200 Juta Standar Kubik per Hari
Pipa Cisem II dirancang untuk mengintegrasikan surplus gas dari Jawa Timur dan Jawa Tengah ke wilayah Jabar yang kekurangan pasokan. Konsumen yang akan dilayani mencakup jaringan gas rumah tangga, usaha mikro kecil menengah, pupuk, kilang, kelistrikan, dan sektor industri umum lainnya.
Proyeksi aliran gas melalui pipa ini mencapai 200 juta standar kubik per hari, dengan potensi melayani minimal 300.000 rumah tangga.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: