Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Bongkar Kondisi Data Center RI, Antrean Bisa 1 Tahun

Danantara Bongkar Kondisi Data Center RI, Antrean Bisa 1 Tahun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia tengah menghadapi kelangkaan kapasitas data center di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital. Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan tambahan kapasitas data center yang dibangun saat ini dapat langsung terserap pasar.

“Sekarang terjadi kelangkaan data center. Ini sebenarnya kalau kita membangun 100 megawatt, 200 megawatt, habis langsung,” kata Sigit dalam OJK Digital Financial Innovation Day (DIGINATION) di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menurut Sigit, tingginya permintaan membuat calon pengguna harus menunggu untuk memperoleh kapasitas data center. Waktu tunggu tersebut dapat mencapai enam bulan hingga satu tahun.

"Sekarang di Indonesia ada sekitar 45 data center yang besar, setiap kali invest habis," ujarnya.

Dia mengatakan lonjakan kebutuhan data center tidak hanya terjadi di Indonesia. Singapura juga menghadapi keterbatasan daya untuk menopang kebutuhan pusat data.

“Permintaan data center luar biasa besar, sehingga terjadi kelangkaan, harus menunggu 6 bulan, 9 bulan, atau setahun,” tutur Sigit.

Selain membangun infrastruktur data center, Danantara mulai menyiapkan komponen pendukung, termasuk semikonduktor dan chip untuk kebutuhan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Sigit mengatakan Danantara pada Februari 2026 telah melakukan pengadaan dengan ARM, salah satu platform semikonduktor dan AI chip. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan desain cip.

“Danantara bersama kita sekarang kerjakan untuk melakukan design chip bersama-sama dengan ARM,” katanya.

Menurut Sigit, langkah tersebut dilakukan karena pasokan AI chip juga menghadapi waktu tunggu yang panjang. Kondisi serupa, kata dia, terjadi di China yang harus menunggu sekitar enam hingga sembilan bulan untuk memperoleh chip.

"Kita tidak perlu nantilah, kita sudah kerjakan sekarang," kata Sigit.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Potensi Investasi Data Center Indonesia Capai 1,17 GW

Baca Juga: Indonesia-India Bidik Kerja Sama Semikonduktor hingga Data Center

Karena itu, Danantara tidak hanya menyiapkan infrastruktur berupa sistem dan data center, tetapi juga subsistem serta komponen yang dibutuhkan untuk menopang ekosistem tersebut.

Sigit menegaskan kesiapan infrastruktur menjadi penting seiring proyeksi Indonesia memasuki fase pertumbuhan pasar digital yang semakin besar.

“Memang kita membutuhkan semua teman-teman yang ada di sini, stakeholder yang ada di sini untuk bekerja bersama-sama,” ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri