Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Menguat 1,81% ke 6.521,75, Pasar Tetap Positif di Tengah Aksi Demo

IHSG Menguat 1,81% ke 6.521,75, Pasar Tetap Positif di Tengah Aksi Demo Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan Kamis (27/8/2026) di zona hijau. Penguatan terjadi di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 1,81% atau 116,06 poin ke level 6.521,75.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah ke level 6.390,35. Indeks kemudian bergerak fluktuatif dan sempat menyentuh posisi terendah di 6.376,65, sebelum akhirnya berbalik menguat hingga penutupan.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas saham yang diperdagangkan. Sebanyak 553 saham tercatat menguat, sementara 96 saham melemah dan 138 saham lainnya bergerak stagnan.

Dari sisi aktivitas transaksi, perdagangan saham berlangsung cukup ramai. Total nilai transaksi di BEI mencapai Rp13,65 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 36,76 miliar saham.

Sementara itu, jumlah transaksi yang terjadi sepanjang perdagangan mencapai sekitar 1,92 juta kali.

Dalam risetnya, MNC Sekuritas menyebut pelaku pasar masih menghadapi sejumlah katalis yang dapat menentukan arah IHSG. Salah satu yang menjadi perhatian adalah agenda Jackson Hole, yang berlangsung pada pekan ini dan berpotensi memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan moneter global.

Sentimen eksternal lainnya datang dari hubungan dagang AS dan Kanada yang kembali memanas. Sementara di dalam negeri, investor mencermati proses uji kelayakan dan kepatutan calon gubernur Bank Indonesia (BI), sekaligus perkembangan politik yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan pasar.

Baca Juga: IHSG Sempat Tertekan di Pembukaan, Kemudian Naik ke Zona Hijau

Baca Juga: IHSG Dibayangi Koreksi, Demo dan Sentimen Global Jadi Perhatian Investor

Rencana aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG. Investor diperkirakan akan mencermati situasi di lapangan dan dampaknya terhadap stabilitas politik maupun keamanan.

Meski demikian, masih ada katalis positif yang berpotensi menopang pasar. Kenaikan harga emas dapat memberikan sentimen positif bagi saham-saham emiten yang memiliki eksposur terhadap komoditas tersebut.

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan koreksi. Level support berada di 6.373, sementara resistance di 6.471.

“Untuk besok, kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 6.373 dan resistance 6.471,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

Selain sentimen politik, arah IHSG juga akan dipengaruhi pergerakan rupiah serta dinamika harga komoditas global. 

"Harga emas yang menguat dapat menjadi penopang bagi saham-saham terkait, sedangkan potensi pelemahan harga minyak mentah dunia berisiko memberikan tekanan tambahan," ungkap MNC Sekuritas

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan