Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anggaran MBG 2026 Dihemat Jadi Rp229 Triliun, BGN Bakal Tetap Buka Ribuan Dapur Baru

Anggaran MBG 2026 Dihemat Jadi Rp229 Triliun, BGN Bakal Tetap Buka Ribuan Dapur Baru Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah upaya pemerintah memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Badan Gizi Nasional (BGN) justru mengungkap adanya efisiensi anggaran yang memangkas pagu MBG 2026 hingga puluhan triliun rupiah.

Anggaran MBG yang sebelumnya direncanakan mencapai Rp268 triliun kini disisir menjadi Rp229 triliun. Artinya, terdapat efisiensi sebesar Rp39 triliun dari rencana awal.

“Jadi dari Rp268 triliun (rencana awal) itu kemudian kami sisir, itu kami efisiensikan menjadi Rp229 triliun,” kata Kepala BGN Sudaryono usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Masalah MBG Bertubi-tubi, Anak Buah Prabowo Pede Bisa Tuntaskan Sebelum...

Dari pagu Rp229 triliun tersebut, sekitar Rp117 triliun telah digunakan untuk pelaksanaan MBG hingga 27 Agustus 2026. Pembahasan antara Sudaryono dan Purbaya tidak hanya menyangkut realisasi anggaran, tetapi juga evaluasi penggunaan dana sekaligus penyisiran satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.

BGN diketahui telah memeriksa 27.485 SPPG. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.022 SPPG telah ditetapkan sebagai dapur MBG, sedangkan 463 lainnya masih di-suspend atau ditunda, antara lain karena profil maupun data yang belum lengkap.

Di tengah proses efisiensi tersebut, pemerintah justru bersiap memperluas layanan MBG. BGN menargetkan pengaktifan dapur baru, terutama di wilayah 3T yang selama ini belum banyak terjangkau program.

Baca Juga: 'Saya Minta Maaf' Nasaruddin Umar Respon Isu Jadi Caketum PBNU dan Mundur sebagai Menag

"Kami berharap di September ini kami akan mulai membuka dapur-dapur di wilayah 3T. Ada 2.700 yang sudah siap, kemudian secara bertahap akan kami buka, termasuk di daerah-daerah yang memang banyak membutuhkan," ujar dia.

Namun, pembukaan dapur baru tidak berarti seluruh lokasi yang sudah masuk daftar antrean akan langsung beroperasi. BGN masih melakukan verifikasi untuk memastikan dapur yang diaktifkan benar-benar memenuhi kesiapan yang dibutuhkan.

"Dari 13.000 yang antre itu kami sisir. Tidak semuanya langsung dibuka. Ada yang masih berupa titik lokasi dan belum siap, itu kami exclude. Yang sudah siap akan kami aktivasi sesuai kebutuhan wilayah masing-masing," ucap Sudaryono.

Ekspansi tersebut sekaligus menjadi ujian bagi BGN untuk memperluas cakupan MBG tanpa kembali menambah beban anggaran negara. Sudaryono memastikan pembukaan dapur baru pada 2026 akan dilakukan dengan memaksimalkan pagu yang sudah tersedia.

"InsyaAllah tidak perlu penambahan anggaran. Anggaran yang sekarang di 2026 ini bisa kami maksimalkan sehingga kebutuhan MBG bagi wilayah-wilayah dan sekolah-sekolah yang belum terlayani bisa terpenuhi," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri