Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harum Energy akan Tunjuk Direksi Baru dalam RUPSLB pada September 2026, Ini Sosoknya

Harum Energy akan Tunjuk Direksi Baru dalam RUPSLB pada September 2026, Ini Sosoknya Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten milik keluarga Barki, PT Harum Energy Tbk (HRUM) bersiap melakukan perubahan susunan Direksi. Rencana tersebut akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 18 September 2026.

Rapat akan digelar di Deutsche Bank Building, Jakarta Pusat, dan juga dapat diikuti secara elektronik melalui platform eASY.KSEI.

Dalam keterbukaan informasi pada Kamis (27/8/2026), manajemen HRUM menyebut terdapat dua agenda yang akan dibahas dalam RUPSLB. Pertama, perubahan susunan anggota Direksi perseroan. Kedua, perubahan sejumlah ketentuan dalam Anggaran Dasar perseroan.

Khusus untuk perubahan susunan Direksi, perseroan mengusulkan pengangkatan anggota Direksi baru untuk diputuskan oleh pemegang saham dalam RUPSLB tersebut.

"Sehubungan dengan salah satu mata acara mengenai perubahan susunan anggota Direksi Perseroan, pengangkatannya diusulkan untuk diputuskan pada RUPSLB 18 September 2026,” tulis manajemen HRUM.

Stephanus Sutantio, dari Perbankan ke Bisnis Nikel

HRUM juga telah mengumumkan riwayat hidup calon anggota Direksi melalui situs resmi perseroan. Salah satu nama yang diusulkan adalah Stephanus E. D. Sutantio, yang lahir pada 1965 dan merupakan lulusan Australian National University.

Stephanus bukan sosok baru di dunia bisnis. Ia mengawali karier di sektor perbankan dan pernah menduduki sejumlah posisi strategis di beberapa institusi keuangan.

Kariernya dimulai di Citibank N.A., Jakarta, sebagai Vice President pada 1988-1996. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Managing Director PT Bank Tiara Asia Tbk pada 1996-1998.

Pada periode 1998-2004, Stephanus bergabung dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan menjabat sebagai Deputy Chairman. Pengalamannya di sektor perbankan kemudian berlanjut di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di mana ia menjabat Group Head - Corporate Banking pada 2005-2007.

Baca Juga: BEI Delisting 18 Emiten pada November 2026

Baca Juga: Saham Naik Pesat, Ini Jawaban Jhonlin (JARR) kepada BEI

Baca Juga: BEI Gembok 3 Saham yang Kompak ARA, Ini Runtutan Kenaikannya

Setelah bertahun-tahun berkecimpung di sektor keuangan, Stephanus mulai memperluas pengalamannya ke sektor korporasi.

Pada 2007, ia dipercaya menjadi Country Manager IMC Indonesia. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab mengawasi sejumlah lini bisnis IMC di Indonesia, termasuk perkebunan kelapa sawit dan logistik. Ia juga menangani hubungan dengan pemerintah dan masyarakat.

Terlibat dalam Ekspansi Bisnis Nikel HRUM

Perjalanan Stephanus di lingkungan Tanito Group dimulai pada 2010. Ia bergabung dengan tim manajemen dan ikut mendorong pengembangan serta pertumbuhan berbagai bisnis yang dijalankan grup tersebut.

Kemudian, sejak 2020, Stephanus mulai mendapat peran dalam pengembangan bisnis nikel Harum Energy.

Ia terlibat dalam pengembangan dan ekspansi portofolio bisnis nikel HRUM, seiring langkah perseroan memperluas bisnisnya di luar komoditas batu bara.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan