Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Dulu Jokowi di PDIP Tinggal Duduk Manis, Sekarang di PSI Terpaksa Banting Tulang'

'Dulu Jokowi di PDIP Tinggal Duduk Manis, Sekarang di PSI Terpaksa Banting Tulang' Kredit Foto: Vico - Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kehadiran Joko Widodo di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus menjadi sorotan menjelang Pemilu 2029. Di tengah ambisi PSI memperbesar kekuatan politiknya, muncul pertanyaan apakah popularitas dan pengaruh Jokowi benar-benar cukup untuk mengangkat elektabilitas partai tersebut hingga mampu menandingi partai politik besar seperti PDI Perjuangan (PDIP).

Gambaran itu terlihat dalam hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5-19 Juli 2026. PSI memang tercatat memperoleh elektabilitas 4,1 persen, tetapi angka tersebut masih terpaut cukup jauh dari PDIP yang berada di angka 11,7 persen.

Perbedaan tersebut kemudian menjadi bahan perbandingan pegiat media sosial Chusnul Chotimah. Ia menyoroti perubahan posisi Jokowi setelah bergabung dengan PSI dibandingkan ketika masih berada di bawah naungan PDIP.

Baca Juga: Berkali-kali Jokowi Bertanya: Kapan Saya Bisa Tunjukkan Ijazah Asli ke Rakyat Indonesia?

Menurut Chusnul, perjalanan politik Jokowi ketika bersama PDIP relatif lebih mudah karena memiliki dukungan mesin partai dan jaringan kader yang tersebar di berbagai daerah. Dengan dukungan tersebut, Jokowi dinilai tidak harus bekerja sendirian untuk membangun kekuatan politiknya.

“Dulu Jokowi di PDIP tinggal duduk manis, cukup kader PDIP yang bekerja, Jokowi bisa jadi walikota, Gub hingga presiden,” ungkapnya.

Kini, Chusnul melihat situasi tersebut telah berubah. Setelah berada di PSI, Jokowi justru disebut harus turun langsung untuk membantu membangun dan memperkuat partai yang tengah mengejar target politik menuju Pemilu 2029.

“Sekarang Jokowi terpaksa turun gunung banting tulang peras keringat,” katanya.

Baca Juga: 'Kita Kena Prank' Netizen Mendadak Tolak RUU Perampasan Aset Karena yang Mau Disahkan Itu...

Tak berhenti di situ, Chusnul juga melontarkan kritik terhadap sejumlah orang yang menurutnya berada di sekitar Jokowi. Ia menilai keberadaan para figur tersebut justru bisa membuat langkah politik Jokowi menghadapi persoalan baru.

“Soalnya anaknya kosong semua ditambah ternaknya seperti Budi Arie PSI dkk bungul berataan,” sebut dia.

Chusnul menilai orang-orang tersebut berpotensi membuat langkah politik Jokowi menjadi blunder. “Mereka bisanya cuma menjilat, niatnya mau nyenangkan tuannya tapi malah blunder,” tutupnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri