Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos Danantara Bidik Laba BUMN Terus Melejit hingga Tembus Rp450 Triliun

Bos Danantara Bidik Laba BUMN Terus Melejit hingga Tembus Rp450 Triliun Kredit Foto: Danantara
Warta Ekonomi, Jakarta -

COO Danantara Dony Oskaria optimistis kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah asuhannya bisa terus melejit. Bahkan, ia percaya diri mampu mengantongi perolehan laba di atas perusahaan pengelola aset milik Pemerintah Singapura, Temasek Holdings. 

Dony memproyeksikan laba bersih BUMN dapat mencapai Rp360 triliun pada 2026. Jika tercapai, itu bakal melampaui capaian Temasek dengan realisasi laba bersih di kisaran Rp136 triliun. 

"Jadi kalau secara size daripada net income tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek. Tahun ini kita harapkan kita Rp360 triliun, hampir dua kali lipat daripada dua kali lipat dari Temasek. Dari Rp 136 triliun ke Rp 360 triliun," ujar Dony, dikutip Kamis (27/8/2026).

Target tersebut diyakini bakal melanjutkan tren positif perusahaan pelat merah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan sebelumnya, total laba konsolidasi seluruh BUMN pada 2023 mencapai Rp292 triliun, naik 15% dibandingkan 2022 sebesar Rp254 triliun. 

Gabungan laba BUMN tersebut sempat terkoreksi menjadi Rp186 triliun pada 2024,  namun kemudian melambung hingga Rp326 triliun pada tahun lalu di 2025.

Tak hanya dari pemasukan, Danantara pun mengklaim turut memberikan setoran besar kepada negara. Hal itu dibuktikan dengan realisasi pembayaran pajak konsolidasi BUMN yang menembus sekitar Rp215 triliun hanya dalam periode kuartal I 2026.

Baca Juga: Danantara Bongkar Kondisi Data Center RI, Antrean Bisa 1 Tahun

Baca Juga: Danantara Resmi Mulai Proyek Sulap Sampah jadi Listrik di Kota Bekasi

Baca Juga: Kinerja BUMN Meningkat, Prabowo Kembali Ungkap Rencana Pemberian Bintang untuk Pimpinan Danantara

"BUMN kita itu memberikan kontribusi hampir sepertiga daripada APBN kita. Baik itu dalam bentuk dividen maupun dalam bentuk pajak. Quarter 1 ini kami sudah membayarkan pajak kepada negara kurang lebih Rp 215 triliun, jadi BUMN kita itu sangat powerful," ujar Dony dalam Jogja Financial Festival 2026, beberapa waktu lalu.

Ia juga memiliki visi jangka panjang agar perusahaan negara bisa membukukan laba bersih minimal sebesar Rp450 triliun di masa mendatang.

"Saya sendiri punya harapan paling tidak ketika saya pensiun BUMN itu bisa membukukan keuntungan sedikitnya Rp 450 triliun," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan