Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026-2031. Setelah namanya masuk dalam penjaringan bakal calon, ia justru menyampaikan pesan agar kontestasi kepemimpinan tidak meninggalkan persaudaraan.
Gus Ipul meminta seluruh kandidat yang sempat masuk dalam bursa tetap dapat bekerja bersama setelah proses pemilihan berakhir. Menurutnya, keberlanjutan perjuangan para pendiri NU jauh lebih penting dibandingkan memenangkan persaingan dalam perebutan kursi ketua umum.
Baca Juga: Jokowi: Kalau Kita Menambahi Urusan dengan Hal-Hal Tidak Perlu, Rugi Semua Kita
“Jangan bersaing habis-habisan. Harapan kita semua ke depan, kita bisa bergandengan tangan supaya bareng-bareng meneruskan perjuangan para muasis,” pungkas Gus Ipul.
Ia berharap proses pergantian kepemimpinan tidak menciptakan jarak berkepanjangan di antara para kandidat maupun pendukung masing-masing.
Diketahui, dalam tabulasi awal usulan bakal calon, ia berada di posisi ketujuh dengan memperoleh 174 suara. Meski memperoleh dukungan tersebut, hasil akhir musyawarah tidak menetapkannya sebagai pemimpin dari PBNU.
Ketua Umum PBNU 2026-2031 akhirnya dipercayakan kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Gus Kikin dikenal sebagai pendiri 22 perusahaan yang bergerak di sejumlah sektor, mulai dari transportasi, pelayaran, kontraktor minyak dan gas bumi (migas), teknologi informasi hingga media televisi. Kiprahnya di dunia bisnis tersebut menjadi salah satu sisi menarik darinya.
“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim,” kata Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Kiai Anwar di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren. Masa kecilnya tidak jauh dari aktivitas pendidikan keagamaan, terutama di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang.
Baca Juga: Jokowi: Tak Boleh Mentang-Mentang Kita Punya Kekuasaan Kemudian Kita Pakai untuk Menjatuhkan Orang
Ia juga menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang. Latar belakang keluarga tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanannya hingga dipercaya mengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dan Ketua Umum PBNU.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar