Gus Ipul Balik Kritik Cak Imin soal Klaim PBNU Gagal: 'Dari Versinya Sendiri'
Kredit Foto: Azka Elfriza
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mempertanyakan penilaian Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang berulang kali menyebut kepemimpinan PBNU gagal. Gus Ipul menilai pernyataan tersebut terlalu didasarkan pada pandangan pribadi Cak Imin, padahal persoalan NU merupakan kepentingan bersama.
Gus Ipul meminta kritik terhadap kepengurusan PBNU tidak hanya disampaikan berdasarkan penilaian sepihak. Menurutnya, setiap kritik seharusnya memiliki dasar fakta dan data agar persoalan organisasi tidak dipahami secara keliru oleh publik.
"Saya menyayangkan sekali kenapa Cak Imin begitu keras bicara soal keberhasilan, kegagalan PBNU dari versinya sendiri. Padahal ini adalah milik bersama-sama, kenapa juga harus menyatakan berulang-ulang kepemimpinan PBNU gagal," ujar Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Ia kemudian mengingatkan bahwa kepengurusan PBNU sebelumnya telah mempertanggungjawabkan kinerjanya dalam forum Muktamar NU. Gus Ipul menyebut laporan pertanggungjawaban tersebut diterima dengan baik oleh forum Muktamar.
"Padahal kita tahu Muktamar kemarin ya menerima semua laporan pertanggungjawaban dengan baik, Muktamar juga bisa berjalan dengan baik demokratis ya, semua juga berkontribusi, semua menyampaikan aspirasi termasuk Cak Imin," kata Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, hasil Muktamar tersebut perlu menjadi bagian dari pertimbangan ketika seseorang menilai keberhasilan atau kegagalan kepemimpinan PBNU. Ia tidak ingin persoalan organisasi disederhanakan hanya berdasarkan pendapat seorang tokoh.
Pernyataan Gus Ipul tersebut merupakan respons terhadap sikap Cak Imin yang sebelumnya menyoroti kondisi NU dalam beberapa tahun terakhir. Cak Imin menyampaikan pandangan itu saat menghadiri bedah buku "Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik dan Kemasyarakatan" di Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2026.
Dalam forum tersebut, Cak Imin menilai NU mengalami keterpurukan dan mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) serta warga NU melakukan evaluasi. Ia juga mengaitkan persoalan kepemimpinan NU dengan latar belakang organisasi kemahasiswaan, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Cara pandang tersebut kemudian mendapat sorotan dari Gus Ipul. Ia menyayangkan persoalan NU dikaitkan terlalu jauh dengan latar belakang organisasi mahasiswa karena menurutnya NU memiliki cakupan persoalan yang jauh lebih besar.
"Saya menyayangkan sekali ya Cak Imin kenapa urusan NU direduksi jadi urusan PMII dan HMI. Ini sungguh-sungguh pernyataan yang memprihatinkan menurut saya," kata Gus Ipul.
Gus Ipul juga menilai pernyataan semacam itu tidak semestinya keluar dari seorang tokoh seperti Cak Imin. Terlebih, menurut dia, setiap pernyataan mengenai NU akan menjadi perhatian publik dan berpotensi membentuk persepsi masyarakat mengenai kondisi organisasi.
Selain persoalan penilaian terhadap PBNU, Gus Ipul turut mempersoalkan penyebutan nama sejumlah tokoh dalam pernyataan Cak Imin. Ia mengatakan penyebutan tersebut sebaiknya dihindari meskipun maksud awalnya hanya bercanda atau sekadar iseng.
"Menyebut nama-nama tokoh lain selayaknya tidak disampaikan oleh Cak Imin, meskipun itu mungkin bercanda atau mungkin itu sekadar hanya iseng. Karena ini sungguh-sungguh menjadi perhatian publik ya," ucapnya.
Bagi Gus Ipul, kritik terhadap NU tetap terbuka untuk disampaikan karena organisasi tersebut merupakan milik bersama. Namun, kritik tersebut menurutnya perlu ditempatkan secara proporsional dan tidak dibangun hanya berdasarkan persepsi atau penilaian personal.
Ia berharap masyarakat tidak ikut melihat persoalan NU hanya dari hubungan antarorganisasi mahasiswa yang pernah menjadi latar belakang para tokohnya. Menurut Gus Ipul, pembahasan mengenai NU harus melihat persoalan organisasi secara lebih luas dan berdasarkan kondisi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Muzani Bantah Duet Gus Kikin-Miftahul Achyar di PBNU Merupakan Paket Istana
Gus Ipul pun menegaskan kembali pentingnya penggunaan fakta dan data dalam memberikan penilaian terhadap PBNU. Dengan demikian, perbedaan pandangan mengenai kondisi NU tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak mengenai keberhasilan atau kegagalan sebuah kepengurusan.
Polemik antara Gus Ipul dan Cak Imin pada akhirnya memperlihatkan adanya perbedaan cara pandang mengenai kondisi PBNU. Cak Imin mendorong evaluasi atas apa yang dinilainya sebagai keterpurukan NU, sementara Gus Ipul mengingatkan bahwa penilaian terhadap kepemimpinan PBNU perlu mempertimbangkan hasil forum resmi organisasi serta disampaikan dengan dasar fakta dan data.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama