Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BTN Siap Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun di September 2026

BTN Siap Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun di September 2026 Kredit Foto: Pexels
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bakal menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada September 2026. Hal itu diutarakan langsung oleh Direktur Utama Bank BTN, Nikson LP Napitupulu.

"Kita mau nerbitin bonds dalam waktu dekat. (Kapan keluarnya?) September. Targetnya sih Rp2 T aja," ujar Nixon saat ditemui di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (1/9/2026).

Meskipun begitu, ia mengungkapkan bahwa pihaknya masih mencermati kondisi pasar untuk bisa mengumumkan angka pasti dari obligasi yang ditawarkan.

"Ini yang bener-bener kita jual ke market. Kisarannya kita masih lihat pasar, tapi dalam waktu dekat, kita akan ngumumin deh bonds kita mau berapa," ungkap dia. 

Nixon pun menekankan, penerbitan obligasi ini bukan merupakan bagian dari rencana kerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Pun BTN tidak berencana menerbitkan global bonds, lantaran perseroan tengah membutuhkan pendanaan dalam bentuk rupiah.  

"Global bonds memang kita enggak perlu karena kurs kan kayak begini, karena kita butuhnya buat rupiah," kata Nixon.

Adapun pada November 2025, BTN juga menawarkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp2 triliun. Hal ini dilakukan dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I dengan target dana Rp5 triliun. 

Baca Juga: Gelontorkan Rp 8 Miliar, BTN Sumbang Rumah untuk Tokoh Berjasa seperti Ellyas Pical dan Rully Nere

Baca Juga: Perluas Penyaluran FLPP, BTN Genjot Kualitas dan Keterhunian Rumah Subsidi

Obligasi subordinasi ini memiliki jangka waktu 5 tahun. Bunga obligasi subordinasi dibayarkan setiap triwulan. Pembayaran bunga obligasi subordinasi pertama akan dilakukan pada 12 Maret 2026.

Sedangkan pembayaran bunga obligasi subordinasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi subordinasi adalah pada 12 Desember 2030.

"Dana yang diperoleh dari hasil emisi obligasi subordinasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dengan diperhitungkan sebagai modal pelengkap (Tier-2) dalam rangka ekspansi kredit," ujar manajemen beberapa waktu lalu.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan