Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pelindo dan AMANAIR Kembangkan Seaplane untuk Hubungkan Pelabuhan dan Destinasi Wisata

Pelindo dan AMANAIR Kembangkan Seaplane untuk Hubungkan Pelabuhan dan Destinasi Wisata Kredit Foto: Pelindo
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMANAIR) menjajaki pengembangan layanan seaplane untuk memperkuat konektivitas antara kawasan pelabuhan dengan wilayah pesisir, kepulauan, dan berbagai destinasi di Indonesia.

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pengoperasian Seaplane di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), yang dilaksanakan di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (31/8/2026).

Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan konektivitas berbasis pelabuhan sekaligus optimalisasi kawasan dan fasilitas Pelindo. Inisiatif ini sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia yang mendorong BUMN untuk terus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. 

“Sebagai port orchestrator dan integrator, Pelindo terus membuka ruang kolaborasi untuk menghubungkan ekosistem pelabuhan dengan berbagai moda transportasi dan aktivitas ekonomi. Bersama AMANAIR, kami melihat potensi seaplane sebagai alternatif konektivitas yang dapat melengkapi ekosistem transportasi dan maritim Indonesia, ini adalah bagian dari inovasi integrasi modal laut dan udara untuk membantu fasilitas turis maupun juga daerah terluar terpencil dan kepentingan negara lainnya seperti untuk bencana dan kegiatan sosial lainnya, namun untuk tahap awal akan dimulai dengan kerjasama dibidang turis dan marina, Kami juga akan berusaha  mengikuti konvensi internasional terkait dengan alternatif ekosistem moda laut dan udara serta menjadi pilot project besar untuk Indonesia bahkan Asia Tenggara” ujar Farid.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penjajakan layanan transportasi seaplane untuk penumpang dan kargo, pengembangan dan pengelolaan water base, terminal serta fasilitas pendukung di kawasan pelabuhan. Kolaborasi juga menjajaki konektivitas menuju destinasi wisata, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan wilayah terpencil yang memiliki potensi ekonomi, termasuk peluang optimalisasi aset dan fasilitas Pelindo.

Menurut Farid, karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan membuka ruang bagi pengembangan alternatif konektivitas yang dapat menghubungkan pelabuhan dengan berbagai kawasan yang memiliki potensi ekonomi dan pariwisata.

“Pelabuhan memiliki posisi strategis sebagai simpul konektivitas. Karena itu, kami ingin melihat lebih jauh bagaimana seaplane dapat melengkapi konektivitas yang sudah ada sekaligus membuka akses menuju kawasan yang potensial untuk dikembangkan,” tambah Farid.

Sementara itu, Direktur Utama PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMANAIR), Michael Allan Nicholas, mengatakan kerja sama dengan Pelindo membuka kesempatan untuk mengeksplorasi konektivitas berbasis seaplane sebagai salah satu alternatif moda transportasi antarpulau di Indonesia.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk menghadirkan konektivitas seaplane yang dapat menghubungkan pelabuhan, kepulauan, dan berbagai destinasi di Indonesia secara lebih fleksibel,” ujar Michael.

Baca Juga: Hadiri Bazar Pelindo di Empat Kota, 75 UMKM Raup Omzet Rp307 Juta

Baca Juga: Pelindo Uji Emisi 500 Kendaraan Logistik di Empat Pelabuhan

Sebagai tindak lanjut, Pelindo dan AMANAIR akan melakukan asesmen bersama terhadap potensi pengembangan layanan di sejumlah kawasan. Lokasi yang masuk dalam ruang eksplorasi antara lain Benoa di Bali, Gilimas di Lombok, Banyuwangi, Sunda Kelapa, serta sejumlah wilayah di Sulawesi, Papua, Sumatera, dan lokasi lainnya di lingkungan Pelindo Group.

Asesmen tersebut akan menjadi dasar untuk melihat potensi pasar, kesiapan lokasi dan fasilitas, serta kelayakan pengembangan layanan pada masing-masing kawasan sebelum kerja sama memasuki tahapan lebih lanjut.

“Ini merupakan tahap awal yang baik. Kami ingin memastikan setiap potensi dikaji secara komprehensif sehingga apabila nantinya dikembangkan, layanan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan pelabuhan dan konektivitas antarpulau,” pungkas Farid.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra