Mahfud MD: Bersatulah, Buang, Hilangkan dan Singkirkan Pengalaman-Pengalaman Pahit Baru-baru Ini...
Kredit Foto: Antara/Dedhez Anggara
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyampaikan pesan persatuan usai Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Ia meminta seluruh elemen meninggalkan berbagai pengalaman pahit yang terjadi dan kembali menatap masa depan dengan semangat kebersamaan.
Menurutnya, momentum muktamar seharusnya tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi menjadi titik untuk memperkuat kembali persatuan warga serta kontribusi lembaga terhadap kehidupan berbangsa.
Baca Juga: Manuver Politik Canggih di Balik Video Budi Arie dan Jokowi, Mahfud MD: Nama Dia Itu Harus Beredar
"Bersatulah, buang dan hilangkan, singkirkan pengalaman-pengalaman pahit yang baru-baru ini terjadi. Majulah ke depan sebagai kekuatan masyarakat yang telah berhasil ikut membangun negara," pesan Mahfud, dikutip Selasa (1/9/2026).
Pesan tersebut menjadi penting karena organisasi tersebut tidak hanya memiliki peran dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam kehidupan sosial dan kebangsaan Indonesia. Karenanya Mahfud mendorong agar energi organisasi diarahkan untuk menghadapi tantangan ke depan, bukan terjebak dalam perselisihan yang telah berlalu.
Dalam pandangannya, persatuan menjadi modal penting agar organisasi itu tetap dapat memainkan peran strategis di tengah masyarakat. Berbagai perbedaan yang muncul selama dinamika organisasi seharusnya tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan antarelemen NU.
Mahfud juga memberikan pandangan mengenai makna "warga NU" dalam konteks kehidupan kebangsaan. Menurutnya, semangat ke-NU-an tidak semata-mata dapat dilihat dari latar belakang identitas seseorang, tetapi juga dari sikap kebangsaan, penghormatan terhadap keberagaman, dan komitmen terhadap pluralisme.
Adapun Mahfud secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada KH Miftachul Akhyar yang kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2026-2031.
Adapun Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren. Masa kecilnya tidak jauh dari aktivitas pendidikan keagamaan, terutama di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang.
Ia juga menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang. Latar belakang keluarga tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanannya hingga dipercaya mengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.
Baca Juga: Sidangnya Jadi Barengan dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Ada Amunisi Baru di Kasus Ijazah Jokowi
Gus Kikin sendiri menempuh Madrasah Ibtida'iyah Parimono pada 1963-1970. Setelah itu, ia bersekolah di SMP Negeri 1 Jombang pada 1971-1973 dan SMA Negeri 2 Jombang pada 1974-1977.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: