Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mentan Amran Ikut Respons Perintah Prabowo Padamkan Karhutla Pakai Tepung Ubi

Mentan Amran Ikut Respons Perintah Prabowo Padamkan Karhutla Pakai Tepung Ubi Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Pertanian
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menguji tepung berbahan ubi sebagai alternatif dalam membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ikut mendapat respons dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. 

Alih-alih langsung membahas kebutuhan bahan bakunya, ia meminta teknologi tersebut terlebih dahulu melewati tahap pengujian untuk mengetahui seberapa efektif penggunaannya dalam membantu pemadaman karhutla.

"Biarlah dulu BRIN uji coba. Baguslah kalau ada penemuan baru," kata Amran di Karawang, Jawa Barat, belum lama ini.

Amran mengaku belum dapat memastikan apakah stok singkong Indonesia akan mencukupi apabila material berbahan tepung singkong benar-benar digunakan dalam skala besar untuk mengatasi karhutla. Menurutnya, persoalan ketersediaan bahan baku baru bisa dibahas setelah teknologi tersebut terbukti efektif.

Baca Juga: Menhut Raja Juli: Bukan Kebakaran, Karhutla Ini Hampir Pasti Dibakar Oleh...

"Biarlah dulu diuji coba. Semakin tinggi teknologi kita semakin bagus, kan. Tapi biarlah diuji coba, kalau itu berhasil sangat bagus," ucap dia.

Meski masih menunggu hasil pengujian, Amran melihat potensi lain apabila nantinya permintaan singkong meningkat. Ia menilai kebutuhan yang tinggi terhadap sebuah komoditas justru dapat menjadi pemicu bagi petani untuk meningkatkan produksi.

"Petani sederhana, kalau demand-nya tinggi menguntungkan, berproduksi. Petani Indonesia hebat-hebat," ungkap Amran.

Amran kemudian mengambil contoh dari pengalaman Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan baku program biodiesel. Ia menyinggung kekhawatiran yang sempat muncul bahwa produksi minyak sawit mentah (CPO) tidak akan mencukupi kebutuhan dalam negeri ketika program biodiesel B40 menuju B50.

Baca Juga: Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji Memanas, Jokowi Disebut Punya Peran

"Dulu sewaktu B40 menuju B50 dikatakan bahwa ekspor CPO kita turun. Yang terjadi naik kan? Karena demand-nya tinggi, harga naik, petani memupuk tepat waktu, menjaga, mengairi, hamanya dijaga. Itu petani makin bagus harganya, petani makin lama di lapangan dan produksinya tinggi," terangnya.

Menurut Amran, pola serupa juga terjadi pada komoditas lain. Ia mencontohkan telur ayam yang sebelumnya sempat dikhawatirkan mengalami kekurangan pasokan. Namun, peningkatan produksi justru membuat ketersediaannya berlebih hingga terjadi surplus dan harga kemudian turun.

Respons Amran ini muncul setelah Prabowo sebelumnya melontarkan gagasan tersebut ketika memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). Dalam rapat itu, Presiden meminta produksi tepung berbahan tanaman umbi-umbian diuji sebagai salah satu upaya membantu pemadaman karhutla.

Ide tersebut bermula dari laporan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dari sana, Prabowo bahkan langsung membayangkan konsep yang ia sebut sebagai “ubi bombing”, dengan menggunakan helikopter yang selama ini dikerahkan untuk water bombing.

"Berarti yang kita water bomb bukan water bomb ya ubi bombing. Hah? Ya kalau satu heli MI-17 bisa berapa ton? 4 ton water bombing. Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa ya," kata Prabowo.

"Menarik sekali itu bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Wah coba diproduksi dalam skala besar ya. Ajukan biaya untuk produksinya ya, kita usahakan semua upaya," ujar Prabowo.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri