Jokowi Sindir Pihak Suka Salah Gunakan Kekuasaan, PDIP: Sedang Menasihati Dirinya Sendiri?
Kredit Foto: Istimewa
Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi mengenai bahaya penyalahgunaan kekuasaan justru berujung pada kritik dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Politikus Senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Deddy Yevri Sitorus memiliki ironi karena pesan tersebut dianggap relevan untuk menjadi refleksi bagi Jokowi.
Baca Juga: Manuver Politik Canggih di Balik Video Budi Arie dan Jokowi, Mahfud MD: Nama Dia Itu Harus Beredar
"Ada yang bisa ngasih kaca ke bapak ini nggak ya?? Sepertinya di rumah dia tidak ada kaca. Atau dia sedang menasehati dirinya sendiri kah??" ujar Deddy, dikutip Rabu (2/9/2026).
Bagi nya, pesan mengenai kekuasaan dan etika tidak dapat dilepaskan dari rekam jejak seorang tokoh ketika menjalankan jabatan publik. Karena itu, ketika seorang mantan presiden menyampaikan nasihat mengenai bahaya penyalahgunaan kekuasaan, pernyataan tersebut juga terbuka untuk dinilai berdasarkan tindakan politiknya.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para pemimpin agar tidak menggunakan kekuasaan sebagai alat untuk menekan atau menjatuhkan orang lain.
Menurutnya, seseorang yang memiliki kekuatan seharusnya tidak menggunakan kelebihan tersebut untuk menyakiti, menjatuhkan, atau bahkan membinasakan pihak lain.
“Yang pertama lamun siro sekti ojo mateni,” kata Jokowi.
Ia kemudian menjelaskan bahwa makna filosofi tersebut berkaitan dengan cara seseorang menggunakan kekuatan yang dimilikinya.
“Meskipun kamu sakti jangan suka menjatuhkan atau membunuh,” ujarnya.
Jokowi menegaskan, kekuasaan yang besar seharusnya membuat seseorang semakin bijaksana dalam mengambil keputusan. Bukan sebaliknya, merasa memiliki keleluasaan untuk bertindak sesuka hati.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Depan Mata, Mahfud MD: Sesudah Undang-undang Ini Berlaku, Segeralah Lapor ke KPK
“Enggak boleh mentang-mentang kita punya kekuasaan yang besar kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Mboten, itu hal yang tidak baik,” katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar