Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG, Wagub Jatim Bantah Ada yang Meninggal Dunia

Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG, Wagub Jatim Bantah Ada yang Meninggal Dunia Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diwarnai insiden keracunan massal pada Selasa (1/9/2026) sore.

Ratusan siswa dan santri dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan usai menyantap hidangan tersebut, dengan mayoritas korban berasal dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Tanggulangin.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, menjelaskan bahwa para santri mulai mengeluhkan gejala pusing, mual, lemas, hingga muntah sesaat setelah mengonsumsi jatah MBG usai ibadah salat Zuhur.

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kasatgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, langsung merespons insiden ini dengan mendirikan posko kesehatan yang dilengkapi tenaga paramedis di area pondok pesantren.

Emil juga secara tegas menepis hoaks yang menyebut adanya santri yang meninggal dunia akibat insiden ini.

"Tidak ada yang meninggal," katanya.

Satgas MBG Jatim akan berkoordinasi dengan belasan sekolah terdampak dan melakukan sistem 'jemput bola' untuk memantau kondisi kesehatan siswa yang absen pasca-kejadian.

Guna mencegah memburuknya gejala para korban dirujuk ke sedikitnya delapan rumah sakit dan klinik di sekitar Sidoarjo. Berdasarkan data perawatan hingga Selasa (1/9/2026) malam, sebaran pasien terbanyak meliputi:

RSUD Notopuro: 271 pasien.

RS Siti Hajar: 58 pasien.

RSU Aisyiyah Siti Fatimah: 30 pasien.

Fasilitas Lainnya: Sebagian santri juga ditangani di RS Delta Surya, RS Pusura, RS Bhayangkara Pusdik Porong, Klinik Azka, dan RS Anwar Medika.

Imbauan Pemerintah Daerah

Bupati Sidoarjo, Subandi, memastikan seluruh biaya dan penanganan medis ditanggung dan berjalan optimal. Ia meminta para orang tua dan wali santri untuk tetap tenang.

”Saya pastikan tidak ada korban meninggal dalam kejadian ini. Semua pasien sudah tertangani dengan baik, bahkan sudah ada yang diperbolehkan pulang. Wali santri jangan ada kekhawatiran,” ujar Subandi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat