Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Asap Karhutla Kalimantan Tembus Manila, Filipina Sampai Hentikan Sekolah

Asap Karhutla Kalimantan Tembus Manila, Filipina Sampai Hentikan Sekolah Kredit Foto: Antara/Auliya Rahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia, dilaporkan terbawa angin hingga mencapai Manila, Filipina. Dampaknya, kualitas udara di sejumlah wilayah ibu kota Filipina memburuk dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut membuat pakar kesehatan mengimbau masyarakat menggunakan masker N95, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Kabut asap bahkan berdampak pada kegiatan pendidikan. Quezon City, salah satu wilayah metropolitan Manila, menangguhkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah akibat kondisi udara yang memburuk.

Sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, asap yang berasal dari kebakaran di Kalimantan terbawa angin barat daya hingga mencapai Manila. Jarak antara wilayah Kalimantan dan Manila diperkirakan sekitar 1.939 kilometer.

Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR) pada Minggu (30/8/2026) memperingatkan bahwa indeks kualitas udara di sejumlah wilayah ibu kota telah mencapai tingkat sangat tidak sehat berdasarkan pemantauan sejumlah stasiun pengukur kualitas udara.

Pakar fisika atmosfer dari University of the Philippines Institute of Environmental Science and Meteorology, Gerry Bagtasa, mengatakan kabut asap tersebut mengandung partikel-partikel berukuran sangat kecil yang dapat terbawa angin dalam jarak jauh.

Berdasarkan citra satelit, Bagtasa menyebut polutan yang mencapai Filipina berasal dari kebakaran hutan yang semakin intensif di Kalimantan bagian barat dan selatan.

Menurutnya, jarak hampir 2.000 kilometer bukan menjadi penghalang bagi asap untuk mencapai Manila karena kondisi atmosfer yang sedang terjadi.

Bagtasa menjelaskan, terdapat dua topan yang berada di sebelah timur Taiwan dan selatan Hong Kong. Bersamaan dengan fenomena El Nino, kondisi tersebut memperkuat monsun barat daya atau Habagat.

“Topan-topan ini dan El Nino menarik Habagat dan bersamaan dengan itu, emisi dari kebakaran di Kalimantan,” kata Bagtasa kepada ABS-CBN.

Ia memperkirakan kabut asap masih akan bertahan hingga akhir pekan. Namun, durasinya sangat bergantung pada perubahan arah angin.

Respons ASEAN Jadi Sorotan

Masuknya asap karhutla Indonesia ke Filipina juga memunculkan pertanyaan mengenai respons regional di kawasan Asia Tenggara.

Associate Professor bidang hubungan internasional Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Yohanes Sulaiman, mengatakan respons regional akan sangat bergantung pada kesediaan pemerintah Indonesia menerima bantuan dari negara lain.

“Saya tidak melihat [Presiden Indonesia Prabowo Subianto] akan menerima bantuan dari sesama anggota ASEAN karena ini memalukan,” kata Sulaiman.

Ia mengatakan pemerintah Indonesia, selain dalam kerja sama dengan Jepang, sebelumnya cenderung berhati-hati bahkan enggan menerima bantuan asing ketika menghadapi bencana.

Di sisi lain, terdapat persoalan mengenai mekanisme kerja sama antarnegara ASEAN. Hingga kini belum ada mekanisme otomatis yang memungkinkan personel militer dari satu negara anggota membantu negara ASEAN lainnya dalam penanganan kemanusiaan dan bencana.

Sejumlah pejabat militer Filipina menyampaikan persoalan tersebut dalam wawancara dengan This Week in Asia.

Kolonel Jose Regonay Jr, Wakil Kepala Public Affairs Office Angkatan Darat Filipina, mengatakan militer Filipina baru-baru ini terlibat dalam latihan bersama dengan pasukan Indonesia.

Baca Juga: Asap Karhutla Indonesia Sampai Filipina, Menhut Raja Juli Janji Tak Rugikan Negara Tetangga

Namun, latihan tersebut belum mencakup skenario penanganan kemanusiaan dan bencana.

Menurut Regonay, Indonesia perlu terlebih dahulu meminta agar latihan terkait bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana dimasukkan ke dalam bentuk kerja sama militer kedua negara.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: