Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Doa Ingin Beri Makan Seluruh Anak RI, Menkes Kabinet Bayangan: MBG Bukan Solusi Stunting, Udah Telat Banget!

Prabowo Doa Ingin Beri Makan Seluruh Anak RI, Menkes Kabinet Bayangan: MBG Bukan Solusi Stunting, Udah Telat Banget! Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan, Irma Hidayana, menanggapi kritis pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pemberian makan bagi seluruh anak Indonesia.

Irma menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak usia sekolah tidak relevan untuk menuntaskan masalah stunting anak-anak Tanah Air.

Kritik ini bermula dari beredarnya sebuah cuplikan video di mana Presiden Prabowo memanjatkan doa terkait komitmennya. "Ya Tuhan, sebelum Kau panggil aku, berilah kesempatan kepada aku untuk memberi makan seluruh anak Indonesia," ucap Prabowo secara verbatim dalam video tersebut.

Merespons hal itu, Irma secara tegas membantah narasi bahwa pemberian makan pada usia sekolah dapat menyelesaikan stunting.

"Pak Prabowo tuh paham nggak sih kalau stunting itu nggak bisa diobati, tapi bisa dicegah. Gimana cara mencegahnya? Itu bukan lewat MBG, nggak nyambung," ujar Irma dalam keterangannya.

Irma memberikan penjelasan ilmiah bahwa stunting bukan sekadar masalah postur tubuh anak yang pendek.

Kondisi tersebut merupakan gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi pada masa krusial, yakni 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Mengingat angka stunting balita saat ini masih berada di kisaran 19,8 persen dan pemerintah menargetkan penurunan hingga 14 persen pada tahun 2029, Irma menekankan perlunya intervensi sejak awal.

Sebagian besar pertumbuhan yang menentukan kesehatan dan kecerdasan anak terjadi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

"Pencegahan yang bagus adalah pencegahan yang dilakukan sejak awal kehidupan. Bukan baru sibuk ketika anak masuk SD dengan MBG, udah telat banget," tegasnya.

Irma kembali mengingatkan para pemangku kebijakan bahwa kondisi gagal tumbuh akibat stunting bersifat permanen.

"Sekali lagi, stunting itu hanya bisa dicegah dan nggak bisa diubah atau diobati, apalagi setelah anak berusia dua tahun," pungkas Irma.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat