Usai Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, Malaysia Tambah Kuota Subsidi
Kredit Foto: Istimewa
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memutuskan mengembalikan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi setelah sebelumnya dipangkas akibat lonjakan harga minyak global yang dipicu perang Amerika Serikat dan Iran. Penambahan kuota tersebut mulai berlaku 1 September 2026 dan mencakup BBM RON95 melalui program Budi Madani (Budi95) yang kembali menjadi 300 liter per bulan.
Dilansir Malay Mail, pemilik truk pikap dan jip juga mendapatkan tambahan kuota untuk BBM Budi Diesel hingga 400 liter per bulan. Jumlah tersebut termasuk tambahan 100 liter bagi penerima yang memenuhi syarat dan mengajukan permohonan.
Meski kuota subsidi ditambah, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Melalui Budi95, warga Malaysia yang memenuhi syarat tetap membeli RON95 seharga RM1,99 atau sekitar Rp8.722 per liter, sementara pemerintah menanggung subsidi RM1,78 atau sekitar Rp7.802 per liter.
Dengan subsidi tersebut, pemerintah Malaysia menanggung sekitar 47 persen dari harga RON95 tanpa subsidi yang mencapai RM3,77 atau sekitar Rp16.525 per liter. Sementara untuk Budi Diesel, penerima membayar RM2,10 atau sekitar Rp9.205 per liter dengan subsidi pemerintah sebesar RM2,57 atau sekitar Rp11.265 per liter, setara 55 persen dari harga tanpa subsidi RM4,67 atau sekitar Rp20.470.
Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) memastikan penerima subsidi yang sudah terdaftar tidak perlu mengajukan permohonan ulang. "Tidak diperlukan pengajuan ulang bagi penerima yang sudah ada, pengajuan baru untuk tambahan 100 liter Budi Diesel dapat dilakukan melalui portal BudiMadani.gov.my," demikian pernyataan MOF.
Kebijakan tersebut diumumkan di tengah tekanan harga BBM akibat gejolak pasar energi yang berkaitan dengan perang AS-Iran. Anwar mengatakan pengembalian kuota dilakukan untuk membantu meringankan beban biaya hidup masyarakat Malaysia.
Sebelumnya, pemerintah Malaysia memangkas kuota BBM bersubsidi sebesar 100 liter per bulan ketika perang AS-Iran mendorong kenaikan harga minyak dan gas global. Menurut Anwar, sekitar 16 juta pengguna kini kembali memperoleh manfaat subsidi RON95 seharga RM1,99 per liter, sedangkan lebih dari 700.000 orang mendapatkan subsidi solar seharga RM2,10 per liter.
Baca Juga: Malaysia Tambah Kuota BBM Subsidi Jadi 300 Liter per Bulan, Harganya Rp8.767 per Liter
Selain mengembalikan kuota BBM bersubsidi, pemerintah Malaysia juga menurunkan harga BBM non-subsidi mulai Rabu (2/9/2026). Dikutip New Straits Times, harga RON97 turun menjadi RM4,25 atau sekitar Rp18.629 per liter dari sebelumnya RM4,30, sedangkan RON95 turun menjadi RM3,77 dari RM3,82 per liter.
Harga diesel tanpa subsidi juga turun menjadi RM4,67 atau sekitar Rp20.470 per liter dari sebelumnya RM4,72. Sementara itu, harga bensin di bawah Subsidised Petrol Control System (SKPS) dan diesel di bawah Subsidised Diesel Control System (SKDS) masing-masing tetap di level RM2,05 atau sekitar Rp8.985 dan RM2,15 atau sekitar Rp9.424 per liter.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: