Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Golkar Peringatkan Ketum Projo Budi Arie, Kasusnya Bisa 'Hidup' Lagi Gegara Video Soal Pemilu 2029

Golkar Peringatkan Ketum Projo Budi Arie, Kasusnya Bisa 'Hidup' Lagi Gegara Video Soal Pemilu 2029 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mendapat peringatan dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. Hal itu terkait dengan pernyataannya mengenai kemungkinan “percepatan” dinamika politik sebelum Pemilu 2029.

Idrus mengingatkan sosok itu agar tidak menganggap enteng konsekuensi dari pernyataan politik yang disampaikan di ruang publik. Menurut dia, ucapan seorang elite dapat berbalik menjadi persoalan bagi dirinya sendiri, terutama ketika pernyataan tersebut memancing perhatian dan kontroversi.

Baca Juga: UGM Buka Tabir Soal Lembar Pengesahan Skripsi Jokowi, Terungkap Kejadian Tahun 1980-an

“Mestinya Budi Arie menyadari bahwa sebuah pernyataan bisa kembali kepada diri sendiri. Bisa jadi bumerang,” kata Idrus di Jakarta, dikutip Kamis (3/9/2026).

Bahkan, Idrus menyebut polemik terbaru tersebut bisa membuat masyarakat kembali mengingat persoalan-persoalan yang sebelumnya pernah dikaitkan dengan Budi Arie.

“Dengan pernyataan dia itu bisa saja orang mengingat kembali masalahnya Budi Arie. Tentu secara politik praktis belum selesai,” ujarnya.

Diketahui, Budi Arie sebelumnya viral usai sebuah video menunjukkan ia duduk bersama Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Ia menyampaikan analisis mengenai kemungkinan adanya momentum politik dan pemilu yang berlangsung lebih cepat sebelum 2029.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

Namun Budi Arie belakangan memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan ucapannya.

"Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," ujar Budi.

Ia juga membantah adanya kaitan antara pernyataan tersebut dengan Jokowi. Menurut Budi, ucapannya tidak memiliki hubungan ataupun kaitan dengan Jokowi.

Baca Juga: Temui Warga Pati, Dedi Mulyadi Bisa Kehilangan Kepercayaan Warga Jabar: Dari Trust Jadi Distrust

"Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar