'Itulah Pintarnya Jokowi, Gibran Jadi Wapres tapi Tanggung Jawab Hukum dan Politik di Prabowo'
Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Praktisi Hukum Munarman menyoroti dinamika hubungan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai posisi wakil presiden membuat beban tanggung jawab hukum dan politik pemerintahan berada pada Prabowo.
Munarman bahkan mengaitkan kondisi tersebut dengan strategi politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Menurutnya, alasan tersendiri mengapa ia menempatkan anaknya sebagai wakil presiden.
Baca Juga: Golkar Soal Video Ketum Projo Budi Arie: Pasti Berdampak ke Hubungan Jokowi dan Prabowo
“Itulah pintarnya Jokowi dan Gibran. Gibran jadi wapres. Tapi yang tanggung jawab hukum dan politik ada pada Prabowo,” ujar Munarman di YouTube Forum Keadilan Madilog, dikutip Kamis (3/9/2026).
Menurut Munarman, Gibran sebagai wakil presiden harus dilihat berbeda dengan posisi presiden. Prabowo sebagai kepala pemerintahan berada pada posisi utama dalam memikul tanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan. Sementara Gibran berada di posisi wakil presiden dalam pemerintahan yang sama.
Munarman kemudian mengaitkan posisi tersebut dengan pertanyaan lebih besar mengenai arah politik dari politikus muda itu menuju 2029. Ia menilai terdapat perkembangan jaringan relawan setelah Pilpres 2024 yang dapat menjadi salah satu modal politik bagi Gibran.
“Pasca Pilpres, sejumlah organ relawan yang semula menyebut diri sebagai relawan keduanya membelah diri. Sebagian berkumpul membentuk hanya menjadi relawannya Gibran,” ujar Munarman.
Menurutnya, pembentukan jaringan tersebut tidak hanya berlangsung di tingkat pusat. Ia menyebut adanya struktur dukungan yang menjangkau tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, hingga RW dan RT.
“Ini menunjukkan begitu ambisiusnya Gibran untuk meraih kursi kepresidenan 2029,” katanya.
Namun, Munarman justru mempertanyakan apakah politikus muda itu benar-benar akan menjadi figur yang bertarung dalam Pilpres 2029. Menurut dia, persoalan yang lebih penting adalah apakah Prabowo akan kembali maju dalam kontestasi tersebut.
Baca Juga: UGM Buka Tabir Soal Lembar Pengesahan Skripsi Jokowi, Terungkap Kejadian Tahun 1980-an
“Pertanyaannya bukan apakah dia bisa maju atau tidak. Apakah Prabowo bisa melanjutkan bertarung lagi 2029? Pertanyaannya kan begitu,” tuturnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar