Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mabes TNI Soroti Video Viral Prajurit AL di Acara Transgender Thailand, Identitas Masih Ditelusuri

Mabes TNI Soroti Video Viral Prajurit AL di Acara Transgender Thailand, Identitas Masih Ditelusuri Kredit Foto: TikTok
Warta Ekonomi, Jakarta -

Video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) berada di sebuah acara di Thailand viral di media sosial. Mabes TNI pun buka suara dan menyatakan masih menelusuri identitas serta status penugasan prajurit yang terlihat dalam video tersebut.

Dalam video yang beredar, pria dengan pakaian yang disebut sebagai seragam TNI AL tampak menuntun seorang pria lain menuju panggung. Pria tersebut terlihat mengenakan jas berwarna hitam dengan kain pada bagian bawahnya.

Sejumlah akun media sosial yang mengunggah video itu menyebut kegiatan tersebut sebagai kontes kecantikan transgender yang digelar di Thailand. Namun, informasi mengenai konteks acara tersebut masih berasal dari keterangan yang menyertai unggahan video.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait sosok prajurit yang terlihat dalam video. TNI juga belum memberikan penjelasan mengenai kapasitas maupun status penugasannya di Thailand.

"Saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran terkait identitas prajurit TNI AL tersebut dan status penugasannya," kata Nas kepada Antara di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Nas belum membeberkan secara rinci perkembangan penelusuran yang dilakukan TNI. Ia mengatakan informasi mengenai prajurit tersebut masih perlu dipastikan sebelum TNI menentukan langkah lebih lanjut.

Meski demikian, Mabes TNI menegaskan setiap penugasan personel memiliki dasar dan mekanisme yang harus dipatuhi. Karena itu, keberadaan seorang prajurit dalam suatu kegiatan akan dilihat berdasarkan tugas dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Prajurit TNI AL Diperiksa Lanal Denpasar, Arya Wedakarna Sebut Minta Pendampingan ke Thailand karena Takut

"Pada prinsipnya, setiap penugasan personel TNI memiliki dasar dan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Apabila ada hal yang di luar itu tentu akan dievaluasi," ujar Nas.

Pernyataan tersebut menunjukkan TNI belum menyimpulkan adanya pelanggaran terkait video yang beredar. Evaluasi baru akan dilakukan apabila hasil penelusuran nantinya menemukan adanya tindakan atau penugasan yang berada di luar ketentuan.

Sementara itu, sosok yang disebut dalam keterangan sejumlah unggahan sebagai Arya Wedakarna juga telah memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya di Thailand. Anggota DPD RI tersebut mengatakan dirinya berada di sana untuk mendukung promosi pariwisata daerah sekaligus menerima penghargaan sebagai tokoh adat dan budaya Bali.

Arya menjelaskan dirinya tidak menghadiri kegiatan tersebut dalam kapasitas sebagai pejabat negara. Menurutnya, kehadirannya merupakan bagian dari agenda sebagai perwakilan tokoh budaya Bali.

"Kunungan kerja saja itu pejabat negara, tapi tokoh budaya Bali," ujar Arya.

Arya juga mengatakan dirinya berusaha menjaga etika sebagai tamu ketika berada dalam acara tersebut. Ia menyebut tidak memiliki kewenangan untuk mengomentari siapa panitia kegiatan maupun latar belakang atau gender orang-orang yang hadir.

"Dalam acara itu hadir berbaga kalangan, dan kita tahun tau Thailan sepertia apa. Dan saya sebagai tamu tak berhak mengomentari, terkait panitianya siapa, kemudian gendernya apa kan, itu kan etik ya," katanya.

Klarifikasi Arya tersebut muncul setelah video yang memperlihatkan dirinya bersama sosok yang diduga prajurit TNI AL ramai diperbincangkan. Namun, Mabes TNI masih berfokus memastikan identitas prajurit serta dasar penugasannya sebelum mengambil keputusan.

Hingga artikel ini diturunkan, TNI belum menyatakan bahwa prajurit yang terlihat dalam video tersebut melakukan pelanggaran. Mabes TNI hanya menegaskan bahwa setiap temuan yang berada di luar dasar dan mekanisme penugasan akan menjadi bahan evaluasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: