Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Preman Malak Polisi Rp100 Ribu, Malah Ancam Lapor ke KDM!

Preman Malak Polisi Rp100 Ribu, Malah Ancam Lapor ke KDM! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Aksi seorang pria yang diduga melakukan pemalakan di sebuah minimarket di Purwakarta, Jawa Barat, berakhir dengan dirinya diamankan polisi. Pria bernama Aditia Rijki Saputra itu sebelumnya disebut membawa senjata tajam jenis katana saat meminta uang secara paksa kepada seorang anggota polisi.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah minimarket di Jalan Ipik Gandamanah, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (1/9/2026) malam. Saat itu, Aipda Asep Sumantri, anggota Satlantas Polres Purwakarta, awalnya hanya berniat berbelanja.

Situasi berubah ketika Aditia mendatangi Asep dan meminta uang sebesar Rp100 ribu. Permintaan tersebut disebut dilakukan secara paksa hingga membuat Asep menyadari adanya potensi ancaman.

Asep sempat mengabaikan permintaan tersebut dan kembali menuju mobilnya. Namun, pelaku justru mengikuti Asep sampai ke area parkir dan menggedor-gedor kaca kendaraan.

Ketika itulah Asep melihat adanya sebilah senjata tajam di dalam tas yang dibawa pelaku. Senjata tersebut kemudian diketahui berupa pedang jenis katana atau yang dalam pemberitaan disebut sebagai samurai.

Melihat situasi tersebut, Asep tidak langsung melakukan tindakan di area parkir. Ia justru mengajak pelaku kembali masuk ke minimarket agar proses pengamanan dapat berlangsung di depan kamera CCTV.

"Pada saat di mobil dia ngikutin terus, gedor-gedor kaca. Saya lihat di tasnya ada sebilah senjata samurai," ujar Asep, Jumat (4/9/2026).

Asep kemudian turun dari mobil dan membawa pelaku kembali ke dalam minimarket. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar tindakan petugas memiliki rekaman sebagai bukti.

"Saya turun, terus saya ajak masuk lagi ke dalam Indomaret untuk dilumpuhkan di depan CCTV agar ada bukti tindakan petugas," katanya.

Di dalam minimarket, Asep kemudian melumpuhkan pelaku tanpa menggunakan senjata api. Tindakan tersebut membuat Aditia tidak lagi berkutik dan akhirnya dapat diamankan oleh petugas.

Aksi Aditia ternyata disebut tidak hanya terjadi ketika berhadapan dengan Asep. Sebelum mendatangi polisi tersebut, pelaku diduga telah meminta uang secara paksa kepada sejumlah orang di sekitar minimarket.

Kasir minimarket disebut menjadi salah satu pihak yang sebelumnya dipalak oleh pelaku. Pengunjung serta pedagang UMKM yang berjualan martabak dan roti bakar di sekitar lokasi juga disebut mengalami hal serupa.

Keberadaan senjata tajam membuat warga memilih tidak melawan. Ancaman tersebut membuat aksi pelaku berlangsung hingga akhirnya berhadapan dengan Asep yang berada di lokasi.

Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi perhatian karena Aditia disebut sempat mengancam akan melaporkan Asep kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ancaman itu disampaikan setelah pelaku dilumpuhkan, meski Aditia disebut tidak mengetahui bahwa Asep pernah menjadi ajudan Dedi Mulyadi ketika menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Baca Juga: Temuan Survei Tempo Ngeri! Dedi Mulyadi Tak Cuma Guncang Elektabilitas Prabowo

Aipda Asep Sumantri diketahui pernah mendampingi Dedi Mulyadi saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta untuk periode kedua. Kini Asep bertugas sebagai anggota Satlantas Polres Purwakarta.

Setelah kejadian, Aditia beserta barang bukti sebilah pedang diserahkan kepada Satreskrim Polres Purwakarta. Penyerahan tersebut dilakukan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut terkait dugaan pemalakan dan penggunaan senjata tajam.

Polisi masih memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sementara itu, fakta mengenai dugaan pemalakan terhadap sejumlah warga serta penggunaan senjata tajam akan menjadi bagian dari penanganan perkara oleh kepolisian.

Peristiwa ini bermula dari permintaan uang Rp100 ribu yang ditujukan kepada seorang polisi. Namun, situasi justru berakhir dengan pelaku dilumpuhkan dan diamankan setelah diduga membuat resah sejumlah orang di sekitar minimarket.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama