Xanana Gusmao Lebih Pilih Temui Jokowi daripada Prabowo, Menlu Sugiono: Kemlu Tak Terima Pemberitahuan
Kredit Foto: Antara/Media Center KTT ASEAN 2023/Rommy Pujianto
Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao berkunjung ke Solo dan bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), tetapi kedatangannya ternyata tidak disertai pemberitahuan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Menlu Sugiono mengatakan pihak Timor Leste tidak menyampaikan informasi resmi karena kunjungan tersebut dinilai kemungkinan dilakukan dalam kapasitas pribadi.
Sugiono menjelaskan Kemlu memiliki tugas memfasilitasi kunjungan kepala negara maupun kepala pemerintahan ke Indonesia apabila agenda tersebut merupakan kunjungan kenegaraan. Proses fasilitasi biasanya dilakukan melalui korespondensi resmi antara pemerintah negara terkait dengan pemerintah Indonesia.
“Tentu saja kami, Kementerian Luar Negeri memiliki tugas untuk melakukan fasilitasi jika ada Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan yang berkunjung ke Indonesia dan tentu saja ini biasanya dilakukan lewat korespondensi yang resmi,” kata Sugiono dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Menurut Sugiono, kunjungan Xanana ke Solo tidak masuk dalam kategori tersebut. Ia menyebut tidak ada pemberitahuan dari pihak Timor Leste mengenai kedatangan Xanana ke Solo untuk bertemu Jokowi.
“Tapi untuk kunjungan Perdana Menteri Xanana Gusmao sendiri ke Solo itu pihak Timor Leste tidak memberitahu dan juga saya kira mungkin beliau berkunjung dalam kapasitas pribadi bukan kunjungan kenegaraan,” jelas Sugiono.
Sugiono juga memastikan sejauh ini tidak ada permintaan dari Xanana maupun pemerintah Timor Leste untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Kemlu tidak memiliki agenda resmi untuk memfasilitasi pertemuan Xanana dengan kepala pemerintahan Indonesia saat ini.
“Sejauh ini tidak ada permintaan dari PM Xanana untuk bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.
Sebelumnya, Xanana Gusmao mendatangi kediaman pribadi Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (4/9/2026). Pertemuan tersebut berlangsung sekitar dua jam dan membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan hubungan serta kepentingan kedua negara.
Xanana dan Jokowi membicarakan peluang menciptakan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda. Keduanya juga membahas penguatan perekonomian Indonesia dan Timor Leste di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kawasan.
Xanana menyampaikan apresiasi kepada Jokowi atas undangan khusus untuk berkunjung langsung ke Solo. Menurut Xanana, visi pembangunan yang dibangun Jokowi ketika menjabat sebagai Presiden RI tidak berhenti di wilayah Indonesia, tetapi turut memberikan pengaruh hingga Timor Leste.
“Ini adalah pembicaraan yang sangat membuahkan hasil, menunjukkan bahwa visi yang beliau bangun saat menjadi Presiden Republik Indonesia tidak selesai begitu saja, melainkan melampaui batas hingga ke Timor Leste,” kata Xanana seusai pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, Xanana juga menyoroti kebutuhan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi anak muda di kedua negara. Ia menyebut kerja sama ekonomi menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan untuk menghadapi tantangan kawasan.
Baca Juga: Kekuatan Utama Jokowi, Paksa Politisi Kekinian Dekat Rakyat
“Kami mendiskusikan banyak sekali tantangan, banyak peluang untuk menciptakan lapangan kerja bagi anak muda kita dan mengembangkan perekonomian kedua negara,” ucapnya.
Kunjungan Xanana ke kediaman Jokowi tersebut akhirnya berlangsung sebagai agenda yang tidak difasilitasi secara resmi oleh Kemlu. Meski demikian, pemerintah Indonesia melalui Sugiono menegaskan mekanisme fasilitasi Kemlu tetap berlaku untuk kunjungan kepala negara atau kepala pemerintahan yang dilakukan dalam agenda kenegaraan.
Status kunjungan yang disebut kemungkinan bersifat pribadi, pertemuan Xanana dan Jokowi pun berlangsung di kediaman pribadi mantan Presiden RI tersebut. Sementara itu, belum ada permintaan resmi dari Xanana untuk bertemu Prabowo dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama