Jembatan Viral Ambruk di Pangandaran, Dedi Mulyadi Disambut Cerita Santet Warga
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Sekitar satu minggu setelah jembatan gantung Pongpet di Pangandaran ambruk saat peresmian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya meninjau langsung lokasi yang sempat viral di media sosial.
Peristiwa ambruknya jembatan di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, itu sempat menghebohkan publik karena detik-detik kejadian terekam kamera warga.
Dugaan sementara, jembatan roboh akibat kelebihan muatan lantaran banyak orang berdesakan di atasnya usai prosesi peresmian. Beruntung tidak ada korban jiwa, meski sejumlah warga mengalami luka ringan dan beberapa pejabat, termasuk Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, dilaporkan syok.
Dalam kunjungannya pada Minggu (6/9/2026), Dedi Mulyadi yang didampingi Bupati Pangandaran sempat berbincang dengan warga. Menariknya, ia justru mendapat cerita soal isu santet dan kisah horor di kawasan sungai Ciwayang di bawah jembatan. Warga menyebut lokasi itu pernah menjadi tempat penemuan mayat yang dikaitkan dengan praktik santet.
"Santet? Oh, ker zaman isu santet? tukang santet dibalang-balangkeun ka walungan ieu (dilempar ke sini)," ucap Dedi saat berbincang dengan warga, dikutip Senin (7/9).
Meski sempat menanggapi cerita warga, Dedi kemudian menekankan bahaya kondisi jembatan dan rencana pembangunan akses baru. Ia membuka opsi pembangunan jembatan permanen atau bahkan jalan alternatif yang dinilai lebih efisien dari sisi biaya.
"Kalau dibangun jembatan permanen, berarti kan tahun ini kita bikin perencanaannya, tahun depan baru pelaksanaan," ujarnya.
"Kalau berputar di tempat lain ada enggak yang lebih pendek?. Artinya bikin permanen, ini kan ekstrem pisan. Artinya kan kalau dari sisi pembiayaan lebih murah bangun jalan dibanding jembatan," imbuhnya.
Dedi juga menyoroti kondisi ekstrem lokasi jembatan yang tinggi dengan sungai berbatu di bawahnya. Ia mengaku sulit membayangkan jika seluruh jembatan benar-benar ambruk ke sungai. Beruntung, saat kejadian, jembatan hanya anjlok sebagian sehingga orang-orang di atasnya masih tersangkut.
Baca Juga: Santunan Korban KRL Bekasi Belum Jelas, Dedi Mulyadi Lempar Tanggung Jawab ke PT KAI
"Ya Allah ya Rabbi. Ibu Bupati kudu syukuran, Ibu itu kalau jatuh ke batu," kata KDM ke Bupati Pangandaran.
Peristiwa ambruknya jembatan Pongpet sendiri terjadi pada Minggu (30/8/2026) sore, sesaat setelah prosesi peresmian berlangsung. Dugaan utama penyebabnya adalah kelebihan muatan akibat kerumunan warga.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: