Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Berkali-kali Dituduh Ikut Nikmati Nafkah dari Ruben Onsu, Kubu Sarwendah Bereaksi

Berkali-kali Dituduh Ikut Nikmati Nafkah dari Ruben Onsu, Kubu Sarwendah Bereaksi Kredit Foto: Instagram/sarwendah29
Warta Ekonomi, Jakarta -

Persoalan biaya untuk anak kembali memanaskan polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Kali ini, sorotan mengarah pada uang bulanan untuk ketiga anak mereka yang dikabarkan mencapai Rp200 juta, hingga muncul anggapan bahwa Sarwendah turut menikmati uang tersebut.

Tudingan itu pun langsung mendapat respons dari pihak Sarwendah. Kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa nominal yang disebut besar tersebut bukanlah uang yang diberikan untuk kepentingan pribadi Sarwendah, melainkan berkaitan dengan pendidikan dan pemeliharaan anak.

"Itu sebenarnya angka-angka untuk pendidikan dan pemeliharaan anak, bukan nafkah tok," kata Chris dalam tayangan YouTube Intens Investigasi.

Baca Juga: Ruben Onsu Auto Kalah? Sarwendah Siapkan ‘Senjata’ Amankan Hak Asuh Anak

Menurut Chris, persoalan tersebut menjadi berbeda ketika nominal Rp200 juta disebut semata-mata sebagai nafkah anak. Penyebutan seperti itu, menurutnya, dapat membuat publik menangkap kesan bahwa uang dalam jumlah besar tersebut diterima Sarwendah.

"Kalau (disebut) nafkah tok, diframing lagi, seakan-akan besar sekali untuk Sarwendah. Padahal tidak ada yang didapat untuk Sarwendah, untuk kepentingan pribadi. Semua untuk anak," ujarnya.

Chris juga menjawab salah satu hal yang sempat membuat publik bertanya-tanya, yakni soal sarang burung yang tercantum dalam klaim reimburse Sarwendah kepada Ruben Onsu. Ia menjelaskan bahwa pengeluaran tersebut sebelumnya sudah diajukan dan kemudian mendapatkan persetujuan untuk dibayarkan.

"Itu kan sudah diajukan, dilihat, dibaca, ditransfer, artinya sudah setuju (buat dibayar)," ungkap Chris.

"Kalau diajukan, tapi dicoret, tidak boleh, ya sudah, diterima saja oleh klien kami," lanjut dia.

Di sisi lain, kubu Ruben Onsu sebelumnya justru mempertanyakan transparansi penggunaan sejumlah biaya yang diklaim berkaitan dengan kebutuhan anak. Ruben mengaku belum mendapatkan perincian mengenai penggunaan kartu kredit maupun pengeluaran untuk kebutuhan ketiga anak mereka dari pihak Sarwendah.

Persoalan perincian tersebut menjadi salah satu hal yang dianggap penting oleh kubu Ruben dalam proses gugatan hak asuh yang tengah berjalan. 

"Klien kami kan selalu meminta perinciannya. Perinciannya mana? Sampai sekarang belum (diterima)," kata Kuasa hukum Ruben Onsu, Tiffany Setiawaty, Rabu (2/9/2026).

Bagi pihak Ruben, yang dipersoalkan bukan sekadar berapa total uang yang telah dikeluarkan. Penggunaannya juga ingin diketahui secara jelas, termasuk transaksi melalui kartu kredit yang disebut perlu disertai keterangan mengenai peruntukannya.

"Dari klien kami nggak ada perincian. Perincian itu seperti misalnya kartu kredit atau apa itu, perinciannya pakai untuk apa?" lanjut dia.

Permintaan transparansi itu kemudian tidak berhenti pada daftar transaksi. Kubu Ruben juga meminta adanya bukti fisik dari setiap pengeluaran yang dimaksud.

Tiffany menyebut resi maupun tanda terima diperlukan agar penggunaan biaya tersebut dapat dipastikan memang diperuntukkan bagi kebutuhan ketiga anak Ruben Onsu dan Sarwendah. 

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: