Istana Curiga Bencana Alam hingga Karhutla Didalangi Asing, Prabowo Pangkas Besar Anggaran BNPB 2026
Kredit Foto: Antara/Seno
Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan yang menduga sejumlah bencana dan gejolak diorkestrasi pihak asing menjadi sorotan. Di tengah munculnya narasi tersebut, masyarakat juga menyoroti minimnya anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2026.
Presiden Prabowo Subianto diketahui hanya memberikan lembaga itu Rp491 miliar. Dalam data yang tersedia, lembaga itu pada tahun lalu memiliki pagu Rp4,49 triliun dengan alokasi/realisasi Rp4,47 triliun, meski terdapat catatan lain yang menyebut angka sekitar Rp2,01 triliun.
Baca Juga: Soal Kasus Ijazah Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Kebutuhan Publik Bukan Soal Dia Difitnah atau Tidak
Angka tahun ini tersebut juga jauh lebih rendah dibandingkan alokasi/realisasi lembaga terkait pada beberapa tahun sebelumnya. Pada 2021, misalnya, anggaran yang tercatat mencapai Rp7,14 triliun. Sementara 2020, ketika pandemi covid-19 berlangsung, alokasi/realisasi bahkan mencapai Rp11,78 triliun.
Penurunan anggaran tersebut terjadi dalam konteks kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Untuk 2027, BNPB direncanakan memperoleh sekitar Rp1 triliun dalam RAPBN.
Di tengah kondisi tersebut, pernyataan istana mengenai dugaan adanya pihak asing yang mengorkestrasi berbagai bencana dan demonstrasi di Indonesia pun menjadi perhatian.
“Pasti gue bakal dibilang gila ini,” kata Ulta di YouTube Reform Syndicate, dikutip Selasa (8/9/2026).
Ia kemudian mengaitkan sejumlah kejadian gempa di China dan Turki. Ia mengaitkan hal itu dengan konflik atau gesekan kedua negara tersebut dengan Amerika Serikat. Namun, Ulta tidak menjelaskan secara spesifik gempa mana yang dimaksud maupun bukti yang mendukung hubungan tersebut.
“Tapi dulu pernah di Turki sama di China. Mereka pernah gesekan sama Amerika,” ujarnya.
Ulta kemudian menghubungkan pemikirannya dengan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia. Hal itu termasuk banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, kebakaran hutan di Kalimantan dan Papua.
“Gua sempat ngobrol sama teman gua tuh, ini kok bisa kayak gini yah. Aceh dan Papua bergejolak, Habis itu Kalimantan,” tuturnya.
Ia mengatakan pemikirannya semakin kuat setelah menonton sebuah film yang menurutnya merangkum berbagai keanehan tersebut. Film yang dimaksud tidak disebutkan.
Dari rangkaian peristiwa itu, ia kemudian menyatakan keyakinannya bahwa sebagian bencana hingga demonstrasi di Indonesia memiliki pihak yang mengorkestrasi.
Baca Juga: Punya Basis Massa, Anies Belum Tentu Jadi Lawannya Prabowo Namun Bisa Tiba-tiba Dirangkul Jokowi
“Sehingga gua 73,5 persen, wah ini pasti ada yang orkestrasi. Kemudian ada demonstrasi,” pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar