Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Punya Basis Massa, Anies Belum Tentu Jadi Lawannya Prabowo Namun Bisa Tiba-tiba Dirangkul Jokowi

Punya Basis Massa, Anies Belum Tentu Jadi Lawannya Prabowo Namun Bisa Tiba-tiba Dirangkul Jokowi Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nama Anies Baswedan masih masuk dalam radar politik menuju Pilpres 2029. Namun, Pengamat Politik Hendri Satrio menilai keberadaan basis massa tidak otomatis membuat mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut pasti menjadi lawan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hendri, Anies tetap sulit diabaikan karena pernah menjadi salah satu peserta utama Pilpres 2024. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki basis pendukung yang dapat menjadi modal politik apabila ada kendaraan yang tepat untuk kembali maju.

Baca Juga: Bukan Pramono atau Megawati, Lawan Terberat Prabowo Adalah Gibran bin Jokowi

“Yang paling santer kan gerakan rakyat yang mengusung Anies Baswedan. Nah, ini tinggal dilihat gerakan rakyat itu lolos verifikasi atau tidak,” kata Hendri, dikutip Selasa (8/9/2026).

Meski demikian, ia memberikan catatan penting. Dalam kalkulasi politik, memiliki massa hanyalah salah satu faktor. Pertanyaan berikutnya adalah apakah basis tersebut benar-benar akan digunakan untuk kembali mengusung Anies atau justru diarahkan ke skema politik lainnya.

“Tapi kalau buat Mas Anies. Pasti dia masuk dalam kalkulasi banyak politisi. Kenapa? Apa pun itu, politisi kan pasti mencari: punya basis massa atau tidak. Sebagai mantan calon presiden di 2024 lalu, pasti Anies punya basis massa. Dia akan dipakai atau tidak, itu yang dilihat,” ujarnya.

Posisi Anies menjelang pilpres nanti masih berada dalam wilayah yang sangat terbuka. Ia memiliki modal elektoral berupa pengalaman sebagai capres dan basis pendukung, tetapi belum ada kepastian mengenai kendaraan politik maupun posisi akhirnya dalam konfigurasi Pilpres 2029.

Bahkan, Hendri melihat politikus itu tidak selalu harus ditempatkan sebagai lawan Prabowo. Ada skenario lain yang menurutnya juga layak diperhitungkan, termasuk kemungkinan sosok itu masuk dalam kalkulasi politik kubu dari Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Hendri, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak dikenal sebagai politisi yang hanya menyiapkan satu skenario. Karena itu, konfigurasi politik yang terlihat sederhana saat ini belum tentu menjadi bentuk final pada 2029.

Kemungkinan Anies ada untuk diperhitungkan sebagai calon pendamping Gibran. Skenario tersebut tentu masih berupa kalkulasi politik, bukan keputusan resmi dari Jokowi, Gibran dan Anies.

“Mungkin dia juga bisa hitung Anies Baswedan,” ujar Hendri.

Anies memiliki posisi yang unik. Di satu sisi, ia dapat menjadi salah satu kandidat yang berhadapan dengan Prabowo. Di sisi lain, basis massa yang dimilikinya justru dapat membuat namanya diperhitungkan dalam skenario koalisi yang berbeda.

Baca Juga: PR Prabowo Masih Soal Komunikasi, Pakar: Parah Sekali, Tak Seperti Zamannya Jokowi

Adapun Hendri menegaskan pilpres mendatang masih terlalu jauh untuk menentukan siapa yang akan menjadi lawan siapa. Kepentingan partai, komunikasi politik, dan peta kekuatan masih berpotensi berubah berkali-kali.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar