Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

4 Prinsip Day Trading Saham yang Jarang Dibahas untuk Pemula

4 Prinsip Day Trading Saham yang Jarang Dibahas untuk Pemula Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hasil day trading saham dipengaruhi biaya, likuiditas, volatilitas, serta batas pergerakan harga yang ditetapkan bursa. Karena itu, Anda perlu memahami mekanisme pasar sebelum menentukan posisi masuk dan keluar.

Ketika memilih aplikasi day trading terbaik, tampilan grafik sebaiknya bukan satu-satunya pertimbangan. Begitu pula saat membaca rekomendasi saham untuk trading harian seperti saham BBCA, Anda perlu mencermati biaya, kedalaman antrean order, dan ruang gerak harga agar keputusan tidak hanya bergantung pada sinyal teknikal.

Lantas, apa saja prinsip day trading saham yang jarang dibahas untuk pemula? Berikut ulasannya. 

Apa Saja Prinsip yang Perlu Dikuasai Sejak Awal?

1. Biaya Menentukan Target Minimum, Bukan Sekadar Mengurangi Laba

Biaya transaksi bukan hanya mengurangi hasil akhir dari sebuah transaksi, tetapi juga perlu diperhitungkan sejak awal. Sebagai contoh, pada Ajaib, biaya transaksi normal tercatat sebesar 0,1513% untuk beli dan 0,2513% untuk jual.

Jika posisi dibuka dengan transaksi beli dan kemudian ditutup dengan transaksi jual, total biaya kedua transaksi tersebut sekitar 0,4%, sebelum memperhitungkan biaya tambahan lainnya.

Hal ini penting untuk dipahami pemula karena kenaikan harga yang terlihat kecil belum tentu menghasilkan keuntungan bersih setelah biaya transaksi. Penggunaan fasilitas day trading limit juga memiliki biaya tambahan sebesar 0,2% per hari dari limit yang digunakan.

Karena itu, biaya transaksi perlu dimasukkan dalam perhitungan sejak sebelum posisi dibuka.

2. Likuiditas Menentukan Kemudahan Keluar dari Posisi

Likuiditas menunjukkan seberapa mudah saham diperdagangkan. Dalam day trading, hal ini berkaitan dengan kemampuan untuk masuk dan keluar dari posisi.

Saham dengan antrean yang tipis dapat mengalami perubahan harga dengan cepat. Namun, kondisi tersebut juga dapat membuat posisi lebih sulit dijual tanpa menyesuaikan harga jual. Artinya, harga yang terlihat pada grafik belum tentu menggambarkan seberapa mudah sebuah posisi dieksekusi di pasar.

Sebagai gambaran, nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia pada 28 Agustus 2026 mencapai Rp15,15 triliun, dengan volume 35,30 miliar saham dan frekuensi 2,00 juta kali. Nilai transaksi tersebut tersebar di ratusan emiten sehingga kedalaman antrean setiap saham dapat berbeda.

Karena itu, selain melihat pergerakan harga, Anda juga perlu memperhatikan antrean beli dan jual sebelum melakukan transaksi.

3. Volatilitas Menunjukkan Besarnya Pergerakan Harga

Volatilitas menunjukkan seberapa besar harga sebuah saham bergerak dalam periode tertentu. Dua saham dengan jumlah modal yang sama dapat memiliki pergerakan harga yang berbeda karena karakter masing-masing saham tidak selalu sama.

Selain volatilitas, ada pula beta, yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa sensitif pergerakan suatu saham terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan. Beta di atas 1 menunjukkan saham cenderung bergerak lebih besar dibandingkan pasar, sedangkan beta di bawah 1 menunjukkan pergerakan yang cenderung lebih rendah.

Sebagai contoh, BBRI tercatat memiliki volatilitas sekitar 1,61% dengan beta 0,68. Sementara itu, BUVA berada pada volatilitas 2,76% dengan beta 3,51.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua saham memiliki karakter pergerakan yang berbeda. Namun, perlu diingat bahwa volatilitas dan beta merupakan data historis yang dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

4. Batas Sistem Bursa Membatasi Ruang Gerak Harga

Day trading saham juga dipengaruhi oleh aturan bursa yang membatasi pergerakan harga dalam satu hari perdagangan.

Auto Rejection Atas (ARA) berada pada kisaran 20% hingga 35%, bergantung pada rentang harga saham. Sementara itu, Auto Rejection Bawah (ARB) ditetapkan seragam sebesar 15% sejak 8 April 2025.

Batas tersebut dapat memengaruhi ruang pergerakan harga dalam satu hari. Ketika harga bergerak berlawanan dengan perkiraan, kondisi ini juga menjadi bagian dari mekanisme pasar yang perlu dipahami sebelum melakukan day trading.

Bagaimana dengan Saham di Papan Pemantauan Khusus?

Saham yang masuk Papan Pemantauan Khusus memiliki ketentuan perdagangan tersendiri dan dihuni sekitar 174 emiten.

Kelompok saham ini memiliki batas auto rejection yang lebih sempit serta harga minimum yang berbeda dari pasar reguler. Karena itu, ketentuannya tidak dapat disamakan dengan saham yang diperdagangkan di papan utama.

Selain itu, perdagangan dapat dihentikan sementara ketika indeks turun lebih dari 8% selama 30 menit. Jika penurunan melampaui 15%, penghentian mendapatkan tambahan 30 menit, sedangkan perdagangan dihentikan penuh apabila penurunan melebihi 20%.

Memahami ketentuan tersebut membantu pemula mengenali bahwa tidak semua saham diperdagangkan dengan kondisi dan batas pergerakan yang sama.

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Sesi Perdagangan Dimulai?

Persiapan sebelum bel pembukaan dapat membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih terarah. Mulailah dengan membuat daftar pantau yang terbatas agar perhatian tidak terbagi ke terlalu banyak saham. Anda juga perlu menetapkan level masuk dan keluar sebelum sesi dimulai, sehingga keputusan tidak sepenuhnya dipengaruhi tekanan ketika harga bergerak cepat.

Pastikan informasi saldo dan sisa daya beli sudah terlihat jelas sebelum transaksi berlangsung. Langkah sederhana ini mengurangi waktu yang terbuang untuk memeriksa hal teknis ketika peluang atau risiko sedang muncul. Dengan persiapan tersebut, Anda dapat menilai biaya, likuiditas, volatilitas, dan batas harga secara lebih konsisten.

Baca Juga: Ajaib Kembangkan Investasi Berbasis AI untuk Generasi Muda Indonesia

Baca Juga: Kepercayaan Global Masih Tinggi, Ajaib Raih Pendanaan Rp4,8 Triliun dari SBI Holdings

Empat prinsip utama day trading saham untuk pemula mencakup biaya transaksi, likuiditas, volatilitas, dan batas sistem bursa. Keempatnya menentukan apakah rencana transaksi dapat dijalankan dan apakah target masih masuk akal setelah biaya serta risiko diperhitungkan. Pemahaman tersebut perlu dilengkapi persiapan daftar pantau, level transaksi, dan informasi daya beli sebelum sesi dimulai.

Anda dapat mulai dengan mengamati satu atau beberapa saham yang sesuai dengan pemahaman risiko Anda. Catat biaya, antrean, perubahan harga, serta batas pergerakannya sebelum mengambil keputusan. 

Melalui rencana yang jelas dan evaluasi rutin, proses belajar day trading saham dapat berlangsung lebih terukur tanpa terburu-buru mengejar setiap peluang. Mulai perjalanan investasi Anda dengan lebih efisien dan hemat biaya menggunakan Ajaib sekarang juga. 

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra