Kredit Foto: Andi Hidayat
Pegiat media Chusnul Chotimah menilai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih berpeluang menjadi calon wakil presiden Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029 dibandingkan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Chusnul juga menyoroti kondisi politik terkini, di mana pendukung Demokrat dan AHY tengah berdebat dengan pendukung PSI dan Gibran.
"Seru juga lihat perdebatan antara pendukung Demokrat dengan pendukung PSI.
Antara pendukung AHY dan pendukung Gibran. Tapi kalau ditanya yang mana akan lebih berpeluang jadi cawapresnya Prabowo, saya lihat AHY," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (9/9).
Menurut Chusnul, AHY lebih dipercaya Prabowo dibanding Gibran.
"Dengan AHY, Prabowo dapat Demokrat. Dengan Gibran, Prabowo cuma dapat PSI. AHY lebih menguntungkan," ujarnya.
Namun, jika dibandingkan dengan PDIP, peluang partai berlambang banteng itu jelas lebih besar. Meski begitu, Chusnul menilai PDIP kemungkinan tetap akan mengusung kader sendiri sebagai capres.
Sebagai informasi, Prabowo menunjuk AHY sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, posisi yang menempatkan AHY sebagai pengawas utama proyek-proyek fisik berskala besar di Indonesia.
Selain itu, melalui Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2026, Prabowo resmi menunjuk AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung, jabatan strategis yang sebelumnya dipegang oleh Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga: AHY Ingatkan Kekuasaan Tak Abadi, Publik Kaitkan ke Safari Politik PSI
Dalam berbagai forum resmi, Prabowo juga secara terbuka memuji kinerja dan kapasitas AHY. Bahkan, dalam pidato penutupan Kongres Demokrat pada Februari 2025, di hadapan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prabowo sempat menyebut AHY berpotensi menjadi presiden.
"Sekarang Mas AHY sekarang (usia) berapa? 45 ya? 46? Plus 25, ya baru 69, siapa tahu. Ada Presiden SBY, siapa tahu ada Presiden AHY, saya nggak tahu," ujar Prabowo.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: