- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Pendapatan WIKA Beton Turun 5,51% Jadi Rp1,48 Triliun, Laba Naik Tipis
Kredit Foto: Uswah Hasanah
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) membukukan laba bersih Rp4,74 miliar pada semester I-2026. Laba perseroan tumbuh 9,14% secara tahunan dibandingkan Rp4,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut terjadi di tengah penurunan pendapatan usaha. Hingga semester I-2026, pendapatan WIKA Beton turun 5,51% secara tahunan menjadi Rp1,48 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan perbaikan laba WIKA Beton turut ditopang oleh efisiensi operasional. Perseroan melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kinerja di tengah tekanan industri konstruksi.
Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan WIKA Beton pada semester I-2026 terutama berasal dari segmen beton putar dengan kontribusi 47,91%. Selanjutnya, beton non-putar menyumbang 34,44%, konstruksi 13,27%, dan jasa 4,37%.
Upaya efisiensi dilakukan antara lain melalui optimalisasi sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) serta divestasi aset nonproduktif. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga likuiditas perseroan.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton Ignatius Harry mengatakan disiplin finansial menjadi salah satu fondasi perseroan dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
"Kestabilan operasional dan keuangan yang tercapai saat ini menunjukkan langkah WIKA Beton sudah cukup efektif. Fokus perusahaan saat ini adalah menjaga ritme tersebut demi mewujudkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat," ujar Ignatius dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: ADHI Masih Tunggu Danantara Terkait Dana Penyelesaian LRT City
Baca Juga: Danantara Bakal Pegang Saham BEI via Demutualisasi, Sudah Sejauh Apa Prosesnya?
Baca Juga: Lagi dan Lagi, BEI Suspensi Saham WIKA Gegara Utang
Perbaikan juga terlihat dari struktur keuangan perseroan. Debt to equity ratio (DER) WIKA Beton turun menjadi 71,52% dari sebelumnya 81,75%. Sedangkan current ratio tercatat sebesar 130,95%, yang menunjukkan likuiditas perseroan masih terjaga.
Per Juni 2026, total aset WIKA Beton mencapai sekitar Rp6,32 triliun. Pada periode yang sama, liabilitas tercatat Rp2,63 triliun, sedangkan ekuitas mencapai sekitar Rp3,68 triliun.
Di sisi lain, WIKA Beton tetap mempertahankan kebijakan pembagian dividen. Berdasarkan paparan publik perseroan, dividend payout ratio untuk tahun buku 2025 tercatat 10%, sama dengan tahun buku 2024.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan