Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ACC dan TAF Targetkan Pembiayaan Rp170 Miliar dari GIIAS Bandung

ACC dan TAF Targetkan Pembiayaan Rp170 Miliar dari GIIAS Bandung Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

PT Astra Sedaya Finance (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAF) menargetkan pembiayaan sekitar Rp170 miliar atau setara dengan 580 unit kendaraan selama penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Bandung 2026. Target tersebut dipatok seiring pemulihan pasar otomotif nasional dan Jawa Barat.

Project Director ACC-TAF GIIAS 2026 sekaligus Chief Marketing and Sales Officer ACC, Tan Chian Hok, mengatakan GIIAS menjadi momentum bagi perusahaan pembiayaan untuk memperluas penetrasi pasar, terutama kendaraan roda empat.

"Tahun ini kami lebih berkonsentrasi pada pameran otomotif roda empat. Karena untuk pembiayaan roda empat akan bertransaksi melalui ACC dan TAF," ujar Tan dalam konferensi pers GIIAS Bandung 2026, Rabu (9/9/2026).

GIIAS Bandung 2026 berlangsung pada 9–13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Keikutsertaan ACC dan TAF tahun ini merupakan tahun kedelapan keduanya menjadi platinum financial partner dalam penyelenggaraan GIIAS.

Tan mengatakan pasar otomotif Bandung dan Jawa Barat menunjukkan prospek positif. Perusahaan mencatat pasar otomotif di wilayah tersebut tumbuh sekitar 30% sepanjang 2025 hingga 2026.

Sementara itu, pasar otomotif Jakarta hingga Agustus 2026 tumbuh sekitar 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Jadi tentunya kita optimistis penjualan otomotif di Bandung atau Jawa Barat akan meningkat," katanya.

Jawa Barat menjadi salah satu pasar otomotif utama nasional. Bandung disebut berkontribusi sekitar 15% terhadap pasar otomotif. Tingginya penggunaan pembiayaan juga menjadi peluang bagi perusahaan multifinance. Sekitar 70% pembelian mobil di Jawa Barat disebut menggunakan fasilitas perusahaan pembiayaan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar ACC dan TAF menetapkan target pembiayaan Rp170 miliar selama GIIAS Bandung 2026.

Secara nasional, pemulihan pasar otomotif juga tercermin dari penjualan kendaraan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil secara wholesale pada Januari–Juli 2026 mencapai 517.742 unit, naik 18,3% secara tahunan dari 437.544 unit pada periode yang sama 2025.

Pertumbuhan pasar otomotif juga didukung oleh kinerja ekonomi Jawa Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat ekonomi provinsi tersebut tumbuh 5,73% secara tahunan pada kuartal II 2026.

"Tentunya kami berharap GIIAS Bandung dapat menjadi salah satu momentum bagi industri otomotif Jawa Barat untuk mempertahankan tren pertumbuhan pasar sekaligus mempertemukan produsen kendaraan, perusahaan pembiayaan, dan konsumen dalam satu ajang," ujar Tan.

Pada GIIAS Bandung 2026, ACC dan TAF menyediakan pembiayaan untuk kendaraan roda empat dari berbagai merek yang mengikuti pameran, tidak hanya kendaraan Toyota.

Keduanya juga menggandeng OLXmobbi sebagai official trade-in partner untuk memfasilitasi konsumen yang ingin menukar kendaraan lama dengan kendaraan baru.

Baca Juga: Daihatsu Sasar Konsumen Jatim Lewat GIIAS, Penjualan hingga Juni 2026 Naik 14 Persen

Baca Juga: Selama GIIAS Surabaya Berlangsung, Toyota Optimis Mampu Jual 300 Unit

Baca Juga: GIIAS Jadi Ladang Cuan Astra, ACC-TAF Kantongi Rp2,4 Triliun

Selain ACC dan TAF, ekosistem Astra Financial dalam pameran tersebut turut melibatkan FIFGROUP, Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, dan Bank Saqu.

Kehadiran sejumlah unit bisnis tersebut menjadi bagian dari strategi Astra Financial memperluas layanan keuangan dalam ekosistem otomotif, mulai dari pembiayaan dan perlindungan hingga transaksi digital.

Melalui GIIAS Bandung 2026, ACC dan TAF menargetkan peningkatan transaksi sekaligus memperluas penetrasi pembiayaan kendaraan di Jawa Barat yang merupakan salah satu pasar otomotif utama Indonesia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri