Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Stok Beras Korban Gempa NTT di Ende Sudah Habis Tak Tersisa

Stok Beras Korban Gempa NTT di Ende Sudah Habis Tak Tersisa Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebutuhan pangan korban gempa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi perhatian. Stok beras yang sebelumnya didatangkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kini telah habis, sementara pemerintah daerah masih membutuhkan puluhan ton beras.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Ende menerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah dari Badan Pangan Nasional tahap II sebanyak 277.250 kilogram atau 277,25 ton beras pada Minggu (6/9) lalu. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada 55.450 jiwa yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Ende.

Namun, berdasarkan data kebutuhan yang terbaru dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, pemerintah daerah saat ini masih membutuhkan 20 ton beras untuk korban gempa. Kondisi tersebut tercatat setelah persediaan yang ada sebelumnya didistribusikan ke wilayah terdampak.

Baca Juga: Kecewa! Warga NTT Injak Bantuan dari Pemerintah: Isinya Cuma...

Kepala BPBD Ende Marselus Meta mengatakan, sebelumnya sebanyak 53 ton beras telah masuk ke Kabupaten Ende dan didistribusikan kepada wilayah yang terdampak gempa.

Namun, per Selasa (8/9/2026), persediaan beras untuk kebutuhan korban gempa tersebut sudah tidak tersisa.

“Sisa stok beras kosong. Untuk kebutuhan korban gempa dibutuhkan 20 ton beras,” ungkap Marselus dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Tak hanya beras, Pemkab Ende juga masih membutuhkan sejumlah logistik untuk menunjang penanganan warga yang terdampak bencana. Kebutuhan tersebut mencakup perlengkapan untuk pengungsian, sekolah darurat, hingga pelayanan kesehatan.

Pemkab Ende membutuhkan 700 terpal untuk sekolah darurat dan pelayanan kesehatan, 500 selimut bagi pengungsi mandiri, serta 200 paket sembako.

Selain itu, pemerintah daerah masih memerlukan 100 kardus mie instan, 50 paket masker debu dan asap untuk personel posko BPBD serta warga terdampak, 500 kasur lipat, dan 700 lembar matras.

“Kebutuhan mendesak lain berupa obat-obatan bagi pelayanan kesehatan masyarakat terdampak,” ujarnya.

Di tengah kebutuhan logistik yang masih harus dipenuhi, kondisi pengungsian warga di Ende mulai mengalami perubahan. Marselus mengatakan warga yang sebelumnya mengungsi secara terpusat telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Meski demikian, sebagian warga memilih tetap mengungsi secara mandiri. Mereka menempati teras-teras rumah masing-masing dengan total mencapai 5.712 jiwa.

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores dan sekitarnya sebelumnya membuat warga di sejumlah wilayah terdampak harus meninggalkan rumah dan mengungsi. Penanganan pascabencana pun masih terus dilakukan pemerintah bersama BNPB.

Berdasarkan pembaruan data dari BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 135 jiwa. Sementara itu, sebanyak 1.763 orang mengalami luka-luka dan 70.382 orang masih mengungsi.

Dampak gempa juga tercatat pada sektor permukiman. Sebanyak 98.986 unit rumah dilaporkan rusak, dengan 51.591 rumah di antaranya telah diverifikasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri