Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bank Jago Siapkan Akses Saham Luar Negeri, Perluas Ekosistem Investasi

Bank Jago Siapkan Akses Saham Luar Negeri, Perluas Ekosistem Investasi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Jago Tbk (ARTO) tengah menyiapkan pengembangan layanan investasinya dengan membuka peluang bagi nasabah untuk mengakses transaksi saham luar negeri melalui mitra stockbroker. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperluas layanan investasi dalam ekosistem digitalnya.

Direktur Bank Jago, Supranoto Prajogo mengatakan, perseroan saat ini telah bekerja sama dengan sejumlah stockbroker, salah satunya melalui integrasi dengan platform investasi yang terhubung dengan Bank Jago.

"Strategi kami memang membangun kapasitas dan kapabilitas melalui ekosistem,” ujar dia dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Melalui integrasi tersebut, nasabah dapat menggunakan rekening dana nasabah (RDN) Bank Jago untuk mendukung aktivitas investasi. Perseroan juga menyediakan berbagai fitur untuk memudahkan pengelolaan dana, seperti instant redemption, penarikan dana 24 jam, hingga auto debit.

Ke depan, Bank Jago akan mengembangkan layanan tersebut agar ekosistem investasinya dapat mendukung transaksi saham luar negeri.

"Kami juga akan bisa dilakukan di Stockbit. Kami sedang menyiapkan hal-hal tersebut," ungkap dia.

Pengembangan ini sejalan dengan strategi Bank Jago memperkuat integrasi dengan Stockbit dan Bibit. Dalam materi paparan, perseroan menyebut integrasi tersebut ditujukan untuk memberikan pilihan investasi yang semakin beragam kepada nasabah.

Tak hanya saham, Bank Jago juga telah mengembangkan fitur buy and sell gold serta FX Pocket sebagai bagian dari layanan wealth management. Beragam fitur tersebut memungkinkan nasabah mengelola kebutuhan keuangan dan aset melalui satu aplikasi.

Baca Juga: Bank Jago (ARTO) Belum Bagi Dividen, Tunggu Modal Ekspansi Cukup

Baca Juga: BEI Minta Penjelasan Saham ARTO Bergejolak, Ini Jawaban Bank Jago

Baca Juga: Gudang Garam Setop Capex Bandara Dhoho, Siapkan Rp2 Triliun untuk Jalan Tol

Penguatan ekosistem investasi menjadi bagian dari transformasi Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi. Hingga Juni 2026, perseroan telah memiliki 20,1 juta nasabah digital banking dan kredit, termasuk 14,7 juta pengguna Jago App.

Strategi berbasis ekosistem tersebut turut menopang ekspansi bisnis perseroan. Pada semester I-2026, kredit dan pembiayaan syariah Bank Jago tumbuh 24% menjadi Rp26,6 triliun. Sementara itu, total aset meningkat 28% menjadi Rp41,4 triliun.

Dengan pengembangan layanan investasi tersebut, Bank Jago berupaya memperluas fungsi aplikasi dan ekosistem digitalnya, dari sekadar kanal transaksi perbankan menjadi platform yang memungkinkan nasabah mengelola tabungan, investasi, hingga aset dalam satu ekosistem.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan