Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bank Jago (ARTO) Belum Bagi Dividen, Tunggu Modal Ekspansi Cukup

Bank Jago (ARTO) Belum Bagi Dividen, Tunggu Modal Ekspansi Cukup Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Jago Tbk (ARTO) belum memiliki rencana untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Manajemen menilai perseroan masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar sehingga laba dan modal akan lebih dulu diarahkan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Direktur Finance & Operations Bank Jago, Supranoto Prajogo mengatakan, perseroan dalam tiga hingga empat tahun ke depan masih akan berfokus memperkuat permodalan. Setelah kebutuhan modal untuk ekspansi dinilai mencukupi, opsi pembagian dividen baru akan dipertimbangkan.

"Saat ini kami belum merencanakan untuk membagikan dividen, karena kami melihat Bank Jago ini pertumbuhannya masih cukup besar,” ujar Supranoto dalam press conference Public Expose Live 2026, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, Bank Jago akan melihat kecukupan modal untuk mendukung ekspansi sebelum menentukan kebijakan dividen. Dengan demikian, pembagian dividen belum menjadi prioritas perseroan dalam waktu dekat.

Di sisi bisnis, Bank Jago mencatat pertumbuhan positif sepanjang semester I 2026. Penyaluran kredit mencapai Rp26,6 triliun per akhir Juni 2026, naik 24% secara tahunan dibandingkan Rp21,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit tersebut tetap dibarengi dengan upaya menjaga kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross Bank Jago tercatat sebesar 0,8%.

“Bank Jago berupaya menjaga kualitas penyaluran kredit dengan baik yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross 0,8%, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional,” jelas Supranoto.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago juga meningkat 23% menjadi Rp27,6 triliun, dari Rp22,4 triliun pada Juni 2025. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan jumlah nasabah yang mencapai 20,1 juta hingga akhir Juni 2026.

Baca Juga: BTN Perkuat Modal, Siap Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun

Baca Juga: BEI Minta Penjelasan Saham ARTO Bergejolak, Ini Jawaban Bank Jago

Dari total tersebut, sebanyak 14,7 juta merupakan nasabah funding pengguna aplikasi Jago.

Pertumbuhan bisnis dan nasabah turut menopang kinerja keuangan perseroan. Hingga semester I 2026, total aset Bank Jago mencapai Rp41,4 triliun, sementara laba bersih tercatat Rp189 miliar.

Sementara itu, posisi permodalan Bank Jago masih cukup kuat untuk menopang ekspansi. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 28,4%.

Supranoto menilai kinerja tersebut menunjukkan model bisnis perbankan berbasis teknologi dan kolaborasi dengan mitra ekosistem masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan