Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Uji Coba Layanan Operasional, Waskita Karya Kenalkan 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Fase 1B

Uji Coba Layanan Operasional, Waskita Karya Kenalkan 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Fase 1B Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk memasuki babak baru. Pada hari ini (10/9/2016), dilakukan uji coba perdana operasional dan layanan.

Tahapan ini menjadi bagian penting sebagai jembatan menuju pembukaan layanan LRT Jakarta secara penuh bagi masyarakat. Kegiatan tersebut, diikuti oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta bersama jajaran Direksi PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan PT LRT Jakarta. 

Uji coba turut melibatkan berbagai kelompok peserta dari kalangan media dan kreator, meliputi media cetak dan elektronik, media luar ruang (out-of-home media), media daring, Key Opinion Leader (KOL), serta content creator. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung mengenai kesiapan operasional dan kualitas layanan LRT Jakarta kepada publik. 

Dalam uji coba kali ini, LRT Jakarta dioperasikan sebanyak dua kali perjalanan pulang-pergi atau round trip menggunakan dua trainset. Perjalanan kereta dimulai pada pukul 14.55 WIB. Masing-masing perjalanan melayani rute Stasiun Kelapa Gading–Stasiun Manggarai dan kembali ke Stasiun Kelapa Gading. Selama masa uji coba, LRT Jakarta beroperasi dengan kecepatan maksimum 40 km per jam dan berkapasitas layanan maksimal 100 penumpang. 

“Uji coba ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat, tetapi juga memastikan kesiapan layanan secara menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia (people), proses pelayanan (process), maupun sarana dan fasilitas pendukung (facility). Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun awareness dan engagement masyarakat terhadap manfaat konektivitas transportasi publik yang semakin terintegrasi di Jakarta,” ujar Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin. 

Dijelaskan, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, terukur, dan melalui evaluasi berkelanjutan. Setiap tahapan menjadi bagian dari proses validasi dan penyempurnaan, mulai dari pengujian perjalanan, peningkatan kapasitas layanan, hingga optimalisasi waktu tunggu kereta. 

Seluruh proses tersebut didukung pemantauan terhadap kesiapan sistem, sarana, dan personel. Langkah tersebut sebagai bagian dari persiapan agar LRT Jakarta dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal ketika memasuki tahap operasional penuh. 

Baca Juga: 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Fase 1B Beroperasi Terbatas Mulai Hari Ini

Direktur Operasional II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menambahkan, uji coba ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan transportasi publik berbasis kereta api modern kepada masyarakat. Mereka dapat merasakan secara langsung layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai. 

Ia menegaskan, seluruh tahapan pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun itu telah rampung dikerjakan. Dirinya pun memastikan, LRT Jakarta Fase 1B aman serta nyaman digunakan, karena sudah melewati berbagai rangkaian tes menyeluruh dan terstruktur.

"Kami bersyukur akhirnya masyarakat bisa segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B yang kami bangun penuh ketelitian dan perhitungan demi memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang. Kami percaya, setiap meter jalur LRT merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita Karya sebagai kontraktor," ujar Paulus dalam keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Dirinya menambahkan, dalam proses konstruksi Perseroan selalu mengutamakan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan. Konsistensi itu terlihat dari angka pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pekerjaan LRT Jakarta 1B.

"Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang terbatas seperti pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Hal ini turut memperkuat rekam jejak kami sebagai BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun membangun beragam infrastruktur," jelas Paulus.

Ia menuturkan, pada proyek milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) tersebut, Perseroan membangun jalur sepanjang 6,4 kilometer dilengkapi lima stasiun mencakup Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, serta Manggarai. Semua stasiun LRT Jakarta dirancang agar bisa terintegrasi dengan angkutan umum lainnya.

Misal Stasiun Manggarai yang terintegrasi langsung dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, layanan bus Transjakarta, dan kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan modernisasi sistem transportasi di Indonesia, khususnya di Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan, serta pertukaran budaya.

"Waskita Karya merasa bangga bisa terus mengawal perkembangan Ibu Kota Jakarta menjadi lebih modern, sehingga tidak kalah dengan kota-kota di negara lain. Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan karena mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," tutur dia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Istihanah