Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Kamis (10/9/2026), jumlah siswa yang dilaporkan mengalami gejala mencapai 269 orang, naik dari sebelumnya 231 siswa.
Ratusan siswa tersebut merupakan pelajar MTs dan SMP di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Mereka mengonsumsi makanan MBG pada Selasa (8/9/2026), sebelum mulai merasakan keluhan kesehatan pada malam hari hingga Rabu (9/9/2026).
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Joko Leksono Widodo mengatakan dari 269 orang yang dilaporkan mengalami gejala, sebanyak 59 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. "Total korban yang terlaporkan bergejala ada 269 orang," kata Joko.
Sebanyak 24 pasien dirawat di RSUD Soewondo, 13 pasien di RS Mitra Bangsa, 20 pasien di RS KSH, dan dua pasien di RS Fastabiq. Sementara itu, 154 orang menjalani rawat jalan dan tiga orang masih dalam observasi di Puskesmas.
Joko menjelaskan para siswa mengonsumsi makanan MBG pada Selasa (8/9/2026), sedangkan keluhan kesehatan mulai muncul sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Gejala yang dilaporkan antara lain mual dan diare, dengan jarak waktu lebih dari enam jam setelah makanan dikonsumsi.
Baca Juga: Keracunan MBG Berulang, Pakar Hukum: Tak Cukup Cuma Minta Maaf, Harus Ada Sanksi Pidana
Pada Rabu pagi, sejumlah siswa tidak masuk sekolah karena mengalami diare. Sementara siswa yang tetap datang ke sekolah tetapi kondisinya melemah kemudian dievakuasi ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
"Kondisi pasien saat ini sudah membaik," ujar Joko. Penanganan medis terutama dilakukan dengan rehidrasi cairan melalui infus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, disertai injeksi obat antimuntah dan pengawasan dokter.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: