Kredit Foto: Istimewa
Struktur usaha Pertamina kembali akan dirampingkan melalui program penyederhanaan anak usaha. Sebanyak 118 anak usaha menjadi target streamlining tahun ini setelah perusahaan migas pelat merah tersebut sebelumnya telah memangkas sekitar 139 anak usaha.
Rencana tersebut diketahui dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dengan Direksi Pertamina. Dalam pertemuan itu, Direksi Pertamina melaporkan perkembangan program streamlining yang telah berjalan hingga kuartal II 2026.
Hingga kuartal II 2026, Pertamina telah melakukan streamlining terhadap 31 perusahaan. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 48 perusahaan pada September 2026.
Secara keseluruhan, Pertamina telah memangkas sekitar 139 anak usaha sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur grup. Di sektor hulu, penyederhanaan dilakukan dengan mengonsolidasikan berbagai entitas usaha ke dalam satu entitas utama agar tidak lagi terdapat banyak entitas dengan struktur dan birokrasi yang terpisah.
Dony menilai konsolidasi tersebut penting untuk menciptakan organisasi yang lebih sederhana sekaligus memangkas rantai birokrasi yang dinilai tidak diperlukan. "Jadi, ke depan tidak perlu lagi ada banyak entitas seperti Hulu Rokan, Hulu RIK, dan Hulu lainnya. Itu hanya menambah birokrasi yang panjang. Maunya cukup satu konsolidasi dalam satu PT saja," ujar Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).
Dony menegaskan proses streamlining dan transformasi BUMN harus dilakukan secara fundamental serta terencana. Menurutnya, penyederhanaan bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga harus mendorong perubahan budaya kerja agar lebih profesional dan berorientasi pada kinerja.
"Proses streamlining dan transformasi perusahaan-perusahaan BUMN ini memang kita lakukan secara fundamental dan terencana. Ekspektasi pemerintah terhadap kita begitu tinggi, sehingga kita tidak punya banyak waktu. You're in or you're out," ujar Dony.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dukung 4 Program Strategis Pemerintah di Sektor Energi
Ia mendorong Pertamina menyelesaikan seluruh proses transformasi secara cepat tanpa mengabaikan kualitas pelaksanaannya. Setiap langkah, kata Dony, harus dilakukan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi perusahaan.
Program streamlining Pertamina menjadi bagian dari agenda transformasi BUMN untuk membangun struktur perusahaan yang lebih sederhana, efisien, dan fokus. Konsolidasi berbagai entitas diharapkan dapat memperpendek rantai birokrasi, memperkuat fokus bisnis, serta meningkatkan daya saing Pertamina dalam menjalankan peran strategisnya bagi perekonomian dan ketahanan energi nasional.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: