Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memberikan penjelasan mengenai kendala distribusi dan antrean BBM yang sempat terjadi di wilayah Banyuwangi hingga Jember, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan bahwa secara stok BBM dalam kondisi tersedia dan aman, namun pengirimannya terhambat oleh kemacetan eksternal di akses keluar-masuk terminal.
Eko membeberkan, hambatan tersebut disebabkan oleh antrean kendaraan menuju pelabuhan yang mengular hingga belasan kilometer, sehingga menutup pergerakan armada pengangkut BBM dari terminal penyaluran.
"Salah satu kendalanya adalah terminal kita di Banyuwangi itu tertutup aksesnya untuk bisa mobil tangki itu bergerak mendistribusikan BBM. Karena apa? Karena terjadi antrean panjang di menuju Pelabuhan Banyuwangi, hampir 15-20 kilo, akibat ASDP melakukan revitalisasi dermaga," kata Eko Ricky dalam kegiatan Temu Media Nasional Subholding Downstream di Fuel Terminal Rewulu, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).
Eko menjelaskan, kondisi ini memicu dampak ke arus distribusi BBM di SPBU meskipun stok di terminal sebenarnya mencukupi. Menurutnya, masalah antrean kemacetan jalan tersebut berada di luar ranah operasional Pertamina, tetapi berdampak langsung pada kelancaran pasokan.
Menghadapi kendala akses lalu lintas tersebut, Pertamina Patra Niaga memberlakukan penanganan darurat dengan memanfaatkan skema RAE (Regular Alternative Emergency). Penanganan dilakukan secara berantai atau estafet dari berbagai titik di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk menopang kebutuhan BBM di daerah terdampak.
Baca Juga: Pertamina Ungkap Konflik Timur Tengah Lebih Pelik dari Rusia-Ukraina, Harga BBM Jadi Taruhan
Baca Juga: Pertamina Target Rampingkan 118 Anak Usaha di 2026
"Kita punya sistem skema namanya RAE: Regular, Alternative, Emergency... Akhirnya kemarin dilakukan estafet dari Jawa Tengah, dari Boyolali dorong ke Madiun, Madiun dorong ke Malang, Malang dorong ke Pasuruan ataupun ke Jember dan Banyuwangi. Itu salah satu contoh untuk yang dilakukan. Tujuannya cuma satu: memastikan BBM itu masuk ke SPBU," tegas Eko.
Pihak Pertamina mengingatkan bahwa kendala infrastruktur jalan dan akses geografis menjadi salah satu tantangan utama distribusi BBM di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying yang dapat memperberat beban pemulihan pasokan di SPBU.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: