Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Belum Kuasai Selat Hormuz, Trump Tolak Ajakan Arab Saudi Serang Houthi di Yaman

Belum Kuasai Selat Hormuz, Trump Tolak Ajakan Arab Saudi Serang Houthi di Yaman Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk melancarkan serangan militer terhadap kelompok Houthi di Yaman.

Penolakan itu disebut terjadi setelah Trump dan Mohammed bin Salman melakukan dua kali komunikasi telepon pada Kamis (10/9/2026). Laporan tersebut diungkap Axios berdasarkan keterangan dua pejabat Amerika Serikat yang mengetahui dinamika pembicaraan kedua pemimpin.

Pemerintah AS disebut tidak memiliki rencana untuk mengambil tindakan militer langsung terhadap Houthi yang berbasis di Yaman untuk saat ini.

Pejabat sipil dan militer AS disebut telah menyampaikan kepada pihak Saudi bahwa arahan Trump saat ini memprioritaskan pasukan untuk pengamanan Selat Hormuz dan menghadapi Iran.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mencegah terbentuknya front militer baru di kawasan ketika ketegangan regional masih berlangsung.

Baca Juga: Bela Iran, Rusia dan China 'Adu Mulut' dengan Barat Soal Nuklir di PBB

Sementara itu, eskalasi pertempuran di Yaman kembali meningkat sejak awal Juli 2026. Konflik disebut bermula ketika jet tempur Arab Saudi menghadang pesawat sipil Iran yang hendak mendarat di Bandara Internasional Sanaa.

Insiden tersebut kemudian diikuti serangkaian aksi balasan Houthi. Kelompok tersebut menyerang militer Yaman dan sejumlah target di wilayah Arab Saudi serta memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan Saudi dan kapal-kapal di Laut Merah.

Arab Saudi kemudian melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah, termasuk Marib, al-Jawf, Taiz, dan Hodeidah. Houthi membalas dengan serangan terhadap fasilitas kilang minyak Aramco dan Bandara Abha.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: