Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Turun 1,43% ke 6.541, Kapitalisasi BEI Susut Rp153 Triliun dalam Sepekan

IHSG Turun 1,43% ke 6.541, Kapitalisasi BEI Susut Rp153 Triliun dalam Sepekan Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas perdagangan saham pada periode 7–11 September 2026 berada di zona negatif. Penurunan terjadi pada sejumlah indikator utama, mulai dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kapitalisasi pasar, hingga rata-rata nilai dan volume transaksi harian.

IHSG ditutup pada level 6.541,377 pada akhir pekan, turun 1,43% dibandingkan posisi pekan sebelumnya di 6.636,475. Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar BEI sebesar 1,32% menjadi Rp11.446 triliun dari Rp11.599 triliun pada pekan sebelumnya.

Aktivitas transaksi investor di BEI juga mengalami penurunan. Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan ini turun 14,88% menjadi Rp16,36 triliun dari Rp19,22 triliun pada pekan sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian. Volume perdagangan turun 26,34% menjadi 36,09 miliar lembar saham dari 48,99 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 7,07% menjadi 2,22 juta kali transaksi dari 2,39 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Baca Juga: IHSG Anjlok 1,33%! BBCA-BBRI Tertekan, Asing Beralih ke Saham Komoditas

Baca Juga: IHSG Anjlok 0,73% ke 6.541,37, 453 Saham Berakhir di Zona Merah

Baca Juga: JP Morgan Pangkas Target IHSG Jadi 7.000, Ini Tantangannya

Tekanan di pasar saham juga tercermin dari aktivitas investor asing. Pada perdagangan pekan ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp690,19 miliar.

Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing telah membukukan nilai jual bersih sebesar Rp71,415 triliun.

Penurunan IHSG, kapitalisasi pasar, serta aktivitas transaksi menunjukkan perdagangan saham BEI pada pekan 7–11 September 2026 berlangsung lebih lemah dibandingkan pekan sebelumnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri