Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat (10/9/2026). Sepanjang perdagangan, IHSG bertahan di zona merah hingga akhirnya berakhir di level 6.541,37.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 47,96 poin atau 0,73% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.589,20.
Tekanan jual tercermin dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 453 saham ditutup di zona merah, sementara 183 saham menguat dan 153 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan juga cukup ramai. Volume transaksi mencapai sekitar 30,46 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,73 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,93 juta kali.
IHSG Dihantam Kenaikan Harga Minyak Mentah
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Phintraco Sekuritas menilai kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil US Treasury menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.
Phintraco Sekuritas menyebut indeks-indeks utama di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Pergerakan tersebut turut dipengaruhi kekhawatiran terhadap dampak kenaikan harga minyak dan yield US Treasury terhadap perekonomian.
Harga minyak mentah ditutup melonjak lebih dari 6% pada Kamis (10/9/2026), didorong kekhawatiran perang yang berkepanjangan. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 11 basis poin menjadi 4,954%.
Tekanan terhadap pasar juga datang dari perkembangan inflasi Amerika Serikat. Indeks Producer Price Index (PPI) tercatat tumbuh 5,4% secara tahunan (YoY) pada Agustus 2026, naik dari 4,8% pada periode sebelumnya.
Di Eropa, European Central Bank (ECB) juga menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Kamis (10/9/2026), yang turut menjadi perhatian investor global.
Dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi masih memberikan sentimen positif. Penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 1,1% YoY pada Juli 2026.
Baca Juga: BEI Setop Perdagangan 2 Saham, Salah Satunya Milik Haji Isam
Baca Juga: Era Graharealty (IPAC) Bersiap Delisting dari BEI
Baca Juga: Antam Siapkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2026 untuk Emas dan EV
Namun, Phintraco Sekuritas mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah mencapai Rp235,6 triliun atau sekitar 0,91% dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Juli 2026.
Di tengah berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level moving average 20 hari (MA20) di sekitar 6.525. Jika level tersebut ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di kisaran 6.400–6.460.
Sementara itu, harga emas spot ditutup melemah 0,9% ke level US$4.359 per troy ounce pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: