Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

CFD Jakarta Mau Ditambah Jadi 2 Kali Smeinggu, Pramono Tak Mau Merugikan Warga

CFD Jakarta Mau Ditambah Jadi 2 Kali Smeinggu, Pramono Tak Mau Merugikan Warga Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tengah mendalami usulan untuk menambah frekuensi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) menjadi dua kali dalam sepekan. Meski mendukung ruang publik yang sehat, Pramono berkomitmen penuh untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang justru merugikan dan membebani mobilitas warga Jakarta.

Pramono mencatat bahwa CFD saat ini sebenarnya sudah berjalan di hampir seluruh kota administrasi di Jakarta. Namun, perbincangan mendasar tertuju pada tiga jalur protokol utama di pusat kota.

Car Free Day memang di Jakarta ini hampir di semua kota ada. Tetapi yang selalu menjadi pertanyaan dasar adalah di Sudirman, Thamrin, dan Rasuna Said," ujar Pramono di kawasan Pasar Minggu, Jakarta selatan, Senin (14/9/2026).

Demi memastikan kenyamanan warga tidak terganggu, Pramono memilih untuk bersikap hati-hati.  ia mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji usulan ini secara komprehensif dari segala sektor sebelum mengambil keputusan akhir.

“Karena ini saya tidak ingin terlalu buru-buru, maka saya minta sekarang ini didalami, dipelajari apa yang menjadi usulan untuk dua hari (CFD)," tegas Pramono. 

Lebih lanjut, Pramono mengingatkan agar niat baik menciptakan lingkungan yang sehat tidak mengorbankan kepentingan masyarakat luas. Ia menyoroti dampak penutupan jalan terhadap penunjang ekonomi dan transportasi, yang berpotensi menimbulkan masalah baru jika tidak diperhitungkan secara matang.

“Tentunya kita tanyakan kepada warga. Jangan sampai keinginannya untuk membuat warga sehat ternyata malah membuat warga tidak sehat karena harus menanggung beban apa, jalan yang ditutup dan sebagainya, dan sebagainya," tambahnya.

Adapun usulan penambahan frekuensi CFD tersebut datang dari Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. 

Pramono mengatakan usulan tersebut telah dia terima dan dinilai rasional. Namun, Pemprov DKI masih melakukan pembahasan internal sebelum mengambil keputusan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri