Kredit Foto: INTA
PT Intraco Penta Tbk (INTA) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026 di tengah faktor pelemahan ekonomi yang turut memengaruhi kinerja perseroan.
Strategi tersebut mencakup peningkatan efisiensi operasional, penguatan tata kelola, optimalisasi portofolio bisnis, serta pengembangan segmen usaha yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah transformasi INTA setelah perseroan berhasil menekan rugi bersih pada 2025. Berdasarkan laporan kinerja perseroan, rugi bersih tahun berjalan turun menjadi Rp81,09 miliar pada 2025 dari Rp117,84 miliar pada 2024.
Sementara itu, pendapatan usaha konsolidasian INTA pada 2025 mencapai Rp966,92 miliar, naik tipis dibandingkan Rp954,68 miliar pada 2024.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan, INTA juga memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui berbagai kegiatan engagement. Salah satunya melalui Customer Golf Day 2026 yang digelar bersama Techking di Suvarna Jakarta Golf Club, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (12/9/2026).
Direktur Utama INTA Petrus Halim mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi.
“Customer Golf Day 2026 merupakan salah satu bentuk apresiasi kami kepada pelanggan sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan yang telah terjalin. Kami berharap kegiatan ini dapat menciptakan pengalaman yang menyenangkan, memperluas komunikasi, serta semakin memperkuat sinergi antara INTA Group, Techking, dan para pelanggan,” ujar Petrus.
Menurut perseroan, kedekatan dengan pelanggan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan bisnis jangka panjang. Melalui kegiatan engagement, INTA berupaya memahami kebutuhan pelanggan sekaligus menghadirkan layanan dan solusi yang memberikan nilai tambah.
Customer Golf Day 2026 juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk bertukar pengalaman dan memperluas networkingantara pelanggan dengan perwakilan perusahaan. Perseroan berharap komunikasi yang terbangun dapat mendukung kolaborasi dan kemitraan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Summarecon Bogor Kembangkan Kawasan 500 Hektare, Fasilitas Komersial Terus Diperluas
Baca Juga: Haji Isam Tawar 62,2% Saham BYAN, Nilainya Jauh di Bawah Harga Pasar
Baca Juga: Gandeng iQIYI, IRSX Perkuat Bisnis Konten dan Ekosistem Digital
Di sisi kinerja, perbaikan rugi bersih sepanjang 2025 disebut didukung sejumlah langkah transformasi yang dilakukan perseroan. Selain efisiensi operasional, INTA melakukan penguatan tata kelola dan optimalisasi portofolio bisnis serta mengembangkan segmen usaha yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Memasuki 2026, perseroan telah mengidentifikasi sejumlah faktor pelemahan ekonomi yang berdampak terhadap kinerja. Namun, INTA masih akan memaksimalkan berbagai strategi hingga penutupan tahun untuk menjaga kinerja bisnis.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: