3 Bulan Berturut-turut Naik, Penjualan Mobil Listrik Mulai Tinggalkan Mobil Bensin?
Kredit Foto: Istimewa
Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia menunjukkan momentum yang semakin kuat. Setelah sempat mengalami penurunan pada Mei 2026, penjualan BEV terus meningkat selama tiga bulan berturut-turut hingga Agustus.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan BEV pada Mei 2026 tercatat 9.290 unit. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 12.653 unit pada Juni, 13.972 unit pada Juli, dan mencapai 17.413 unit pada Agustus.
Dengan demikian, penjualan BEV pada Agustus hampir dua kali lipat dibandingkan Mei. Kenaikannya mencapai sekitar 87,4 persen hanya dalam tiga bulan.
Kinerja Agustus juga menjadi salah satu pertumbuhan bulanan paling kuat. Penjualan BEV meningkat 24,6 persen dibandingkan Juli yang mencapai 13.972 unit.
Tren tersebut berbanding terbalik dengan kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) yang masih menjadi mayoritas pasar otomotif nasional.
Berdasarkan pengelompokan data Gaikindo, penjualan mobil berbahan bakar bensin yang terdiri atas LCGC, ICE non-LCGC, dan kendaraan komersial mencapai 54.683 unit pada Agustus 2026. Angka tersebut turun 4,34 persen dibandingkan Juli yang mencapai 57.166 unit.
Menariknya, pelemahan tersebut tidak terjadi di seluruh segmen mobil bensin. Penjualan LCGC justru meningkat dari 9.127 unit pada Juli menjadi 9.675 unit pada Agustus.
Sebaliknya, penjualan ICE non-LCGC dan kendaraan komersial turun dari 48.039 unit menjadi 45.008 unit pada periode yang sama.
Artinya, meski mobil bermesin bensin masih mendominasi pasar secara volume, pertumbuhan dalam beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan arah yang berbeda. BEV mencatat kenaikan beruntun, sedangkan kelompok kendaraan bensin mengalami tekanan pada Agustus.
Pergerakan tersebut juga terlihat ketika membandingkan besarnya kenaikan masing-masing segmen. Pada Agustus, penjualan BEV bertambah 3.441 unit secara bulanan.
Sementara itu, kelompok mobil bensin berkurang 2.483 unit.
Meski demikian, kondisi tersebut belum berarti mobil listrik telah mengalahkan kendaraan bensin. Volume penjualan mobil bensin pada Agustus masih lebih dari tiga kali lipat dibandingkan BEV.
Selain BEV, kendaraan elektrifikasi lainnya juga mencatatkan pergerakan yang berbeda. Penjualan mobil hybrid pada Agustus mencapai 7.667 unit, turun dari 8.004 unit pada Juli. Sementara itu, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) justru naik tipis dari 1.973 unit menjadi 1.993 unit.
Baca Juga: Ini 10 Mobil Listrik Terlaris Agustus 2026! BYD Atto 1 Ngacir, China Kuasai RI
Baca Juga: Mobil China Sudah Banjiri Pasar, DPR Tantang Kemenperin Bangun Mobil Listrik Nasional
Baca Juga: Kemenperin Bidik TKDN Mobil Listrik 80 Persen, Industri Baterai Ikut Digenjot
Jika tren kenaikan BEV berlanjut, perubahan yang lebih besar bukan hanya terlihat dari jumlah kendaraan listrik yang terjual, tetapi juga dari komposisi pasar otomotif nasional.
Pasar mobil Indonesia sendiri masih berada dalam fase pertumbuhan. Total penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 599.491 unit, tumbuh 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan kondisi tersebut, kenaikan penjualan BEV belum dapat diartikan sebagai pergeseran penuh dari mobil bensin ke mobil listrik. Namun, rentetan kenaikan selama tiga bulan terakhir menunjukkan bahwa BEV mulai memiliki momentum yang semakin kuat di pasar otomotif Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan