Kendaraan Niaga Makin Laris, Gran Max Sumbang 55.000 Unit ke Penjualan Daihatsu
Kredit Foto: Ist
Kendaraan komersial masih menjadi penopang utama penjualan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sepanjang 2026. Hingga Agustus, Gran Max series menjadi model dengan kontribusi terbesar terhadap penjualan Daihatsu secara nasional.
Berdasarkan catatan perusahaan, penjualan wholesales Daihatsu mencapai sekitar 100.000 unit selama Januari-Agustus 2026. Angka tersebut naik sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 85.000 unit.
Dari total penjualan tersebut, Gran Max series menyumbang sekitar 55.000 unit atau setara 55 persen. Kontribusi itu membuat kendaraan komersial tersebut menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu di pasar domestik.
Marketing Director & Corporate Function Director PT ADM Rokky Irvayandi mengatakan, capaian tersebut menunjukkan masih kuatnya kebutuhan konsumen terhadap kendaraan yang dapat menunjang aktivitas usaha maupun mobilitas sehari-hari.
"Capaian positif ini mencerminkan kepercayaan pelanggan terhadap Daihatsu dalam memenuhi beragam kebutuhan mobilitas, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun usaha," ujar Rokky belum lama ini.
Setelah Gran Max, kontribusi terbesar berikutnya berasal dari lini LCGC yang terdiri dari Daihatsu Sigra dan Ayla. Kedua model tersebut mencatatkan penjualan sekitar 26.000 unit atau 26 persen dari total penjualan.
Sementara itu, model Daihatsu lainnya seperti Terios, Xenia, Sirion, Rocky, dan Luxio secara keseluruhan menyumbang sekitar 19 persen.
Kendaraan Niaga Ikut Terdorong Aktivitas Usaha
Besarnya kontribusi Gran Max tidak terlepas dari perkembangan permintaan kendaraan komersial di pasar nasional. Kendaraan jenis pikap maupun van masih banyak digunakan untuk menunjang aktivitas distribusi, logistik, hingga operasional usaha.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya juga melihat adanya peningkatan pada sejumlah kelompok kendaraan komersial. Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri mengatakan, segmen pikap mencatat pertumbuhan hingga 51 persen.
Pertumbuhan juga terjadi pada truk dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 5-10 ton yang meningkat 55 persen. Sementara kendaraan 4x2 dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc tumbuh 29 persen.
Menurut Febri, peningkatan kebutuhan kendaraan tersebut salah satunya berkaitan dengan aktivitas berbagai program pemerintah yang membutuhkan sarana transportasi untuk distribusi barang.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, membutuhkan kendaraan untuk mendistribusikan makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju sekolah-sekolah.
Baca Juga: Anggaran MBG Diusulkan Dialihkan Buat Bangun MRT di Kota Besar
Baca Juga: Laba Otomotif Astra Tumbuh 9%, Toyota dan Daihatsu Jadi Penopang
Baca Juga: Daihatsu Catat Penjualan 12.100 Unit pada Agustus 2026, Naik 10 Persen
Selain itu, program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga membutuhkan kendaraan angkutan untuk mendukung kegiatan distribusi di tingkat desa.
"Belanja pemerintah sebesar 15 persen, itu sebagian besar dialokasikan untuk program-program seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan kendaraan otomotif untuk mengantarkan makanan dari dapur SPPG ke sekolah-sekolah, serta program KDMP yang menggunakan truk segmen GVW," kata Febri.
Dengan kontribusi lebih dari separuh penjualan Daihatsu, Gran Max menunjukkan bahwa kendaraan niaga bukan sekadar pelengkap dalam portofolio pabrikan. Model tersebut justru menjadi salah satu indikator penting dari bergeraknya aktivitas usaha dan kebutuhan distribusi di dalam negeri.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan