Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos Freeport Ungkap Karyawan Ketakutan Usai Konvoi Ditembaki

Bos Freeport Ungkap Karyawan Ketakutan Usai Konvoi Ditembaki Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengungkap insiden penembakan terhadap konvoi bus karyawan pada 2 September 2026 menimbulkan rasa takut yang luar biasa bagi para pekerja. Freeport kini berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengantisipasi gangguan keamanan serupa.

“Bersyukur bahwa tidak ada korban, tidak ada yang luka, namun memberikan rasa takut yang luar biasa kepada karyawan-karyawan kami, dan kami terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengatasi dan mengantisipasi hal-hal ini ke depannya,” kata Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (15/9/2026).

Tony sebelumnya menjelaskan insiden tersebut terjadi pada 2 September 2026 saat konvoi bus karyawan PTFI melintas di wilayah operasional perusahaan. Kendaraan dalam rombongan tersebut ditembaki oleh orang tidak dikenal.

“Di mana konvoi bus karyawan kami itu ditembaki oleh orang tidak dikenal,” ujar Tony.

Tony memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Meski demikian, kejadian itu menjadi perhatian perusahaan karena menyangkut keselamatan dan rasa aman karyawan di wilayah operasional.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, PTFI terus melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri. Tony tidak menyebutkan pihak yang diduga berada di balik penembakan tersebut.

Insiden keamanan itu terjadi ketika PTFI masih menjalankan pemulihan produksi tambang Grasberg setelah longsoran material basah pada September 2025. Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi perusahaan belum kembali ke level normal.

Pada 2026, produksi PTFI ditargetkan mencapai 124.000 ton bijih per hari, atau sekitar 65% dari kapasitas normal sebesar 200.000 ton per hari. Produksi kemudian diproyeksikan meningkat menjadi 170.000 ton per hari pada 2027 dan 208.000 ton per hari pada 2028.

Tony mengatakan peningkatan produksi tersebut sejalan dengan pemulihan Grasberg Block Caving. Pada 2029, PTFI juga mulai menargetkan produksi dari Tambang Kucing Liar yang saat ini memasuki tahap pengembangan.

Untuk pengembangan Kucing Liar, PTFI telah mengeluarkan sekitar Rp25 triliun dari total kebutuhan investasi sekitar Rp72 triliun hingga 2033.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Gandeng Freeport Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk

Baca Juga: Bos Freeport Tony Wenas Ditunjuk Jadi Komisaris DSI

Dari sisi produksi logam, PTFI menargetkan produksi 800 juta pound tembaga dan 700.000 ounce emas pada 2026. Produksi tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 1,3 miliar pound tembaga dan 1 juta ounce emas pada 2027.

Pada 2028 dan seterusnya, produksi ditargetkan mencapai 1,6 miliar pound tembaga dan 1,3 juta ounce emas atau sekitar 39-40 ton emas.

Di sisi hilir, smelter baru PTFI mulai mendapatkan pasokan konsentrat pada Agustus 2026 dan mulai menghasilkan katoda tembaga pada September. Untuk 2026, produksi tembaga dari PT Smelting dan smelter baru PTFI diproyeksikan mencapai 800 juta pound.

PTFI juga memperkirakan penerimaan negara dari kegiatan perusahaan mencapai US$2,6 miliar pada 2026. Angka tersebut diproyeksikan naik menjadi US$4,6 miliar pada 2027 dan sekitar US$8 miliar per tahun pada 2028-2029.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra