Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dicopot dari Menkeu, Gaya 'Koboy' Purbaya Dinilai Jadi Modal Kuat untuk Maju Pilpres 2029

Dicopot dari Menkeu, Gaya 'Koboy' Purbaya Dinilai Jadi Modal Kuat untuk Maju Pilpres 2029 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Langkah Purbaya Yudhi Sadewa pasca-dicopot dari posisinya sebagai Menteri Keuangan terus menjadi sorotan. Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai Purbaya memiliki kecocokan dan modal elektoral yang besar untuk banting setir menjadi politisi kontemporer.

"Modal untuk itu sudah ada. Saat menjadi Menteri Keuangan, elektoralnya cukup baik. Bahkan Purbaya sempat digadang-gadang layak menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2029," ujar Jamiluddin kepada Warta Ekonomi, Selasa (15/9/2026).

Salah satu nilai jual utama Purbaya di mata publik adalah gaya komunikasinya yang lugas. Jamiluddin menyebut nama Purbaya sempat melejit karena dinilai memiliki gaya "koboy" yang direct atau kerap disebut ceplas-ceplos oleh orang awam.

Gaya komunikasi ini dianggap sangat relevan dengan karakteristik pemilih saat ini, khususnya bagi pemilih muda (Gen Z dan Milenial), karena kelompok yang mendominasi demografi pemilih ini cenderung menyukai gaya komunikasi yang transparan dan langsung pada intinya.

"Kelompok terdidik juga tune in dengan kalangan ini sudah jenuh dengan gaya komunikasi indirect (tersirat) dari para elit politik yang sering dinilai penuh kepura-puraan, banyak makna ganda, dan terkesan tidak tulus," tambahnya.

"Karena itu, gaya komunikasi direct konvergen bagi Purbaya dan segmen terdidik. Kalau Purbaya terjun ke politik, ia berpeluang besar disukai, bahkan diidolakan oleh kalangan muda dan terdidik," jelas Jamiluddin.

Dengan elektabilitas yang sudah terbangun selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, Jamiluddin memprediksi langkah Purbaya untuk mengamankan kursi di DPR RI pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tidak akan menemui banyak kesulitan.

Lebih jauh, bergabungnya Purbaya ke partai politik bisa menjadi batu loncatan strategis. Elektoralnya berpotensi makin melejit, membuka ruang lebar baginya untuk maju sebagai kandidat Calon Presiden (Capres) atau Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Pilpres 2029.

Meski potensinya besar, penentuan partai politik akan menjadi faktor krusial bagi Purbaya. Jamiluddin mewanti-wanti agar Purbaya tidak bergabung dengan partai yang berada di dalam gerbong koalisi pemerintah.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat