Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola Purbaya Yudhi Sadewa selama menjabat Menteri Keuangan (Menkeu) tidak kredibel.
Purbaya dicopot dari jabatan Menkeu oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026) dan digantikan Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.
Purbaya mengetahui pencopotan tersebut melalui sambungan telepon saat menghadiri rapat bersama DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Setelah menerima panggilan dari Istana, ia langsung meninggalkan Gedung DPD RI.
Nailul mengatakan hanya Presiden yang dapat menjelaskan apakah reshuffle tersebut dilakukan secara mendadak atau telah melalui proses sebelumnya. Namun, ia menilai pergantian di Kementerian Keuangan memang diperlukan karena mempertanyakan kredibilitas APBN yang dikelola Purbaya.
"Tentu mendadak atau tidak, pasti itu Presiden yang bisa jawab. Tapi yang kalau kita lihat sebenarnya memang perlu reshuffle, perlu diganti karena kalau kita lihat dari berapa bulan belakang lah, ini kita bisa melihat perekonomian kita juga bisa kita bilang enggak kredibel, APBN yang dikelola oleh Purbaya juga enggak kredibel dan sebagainya," jelasnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu (16/9/2026).
Selain persoalan APBN, Nailul menyebut adanya sejumlah indikator lain yang diduga menjadi pertimbangan reshuffle, termasuk persoalan internal di Kementerian Keuangan.
"Nah, inilah yang memang menyebabkan dari satu sisi, dari sisi data juga, data APBN ya khususnya, itu juga enggak terlalu dipercaya sama pasar dan sebagainya, yang akhirnya itu menumpuk. Inilah yang memang dijadikan alasan kalau saya lihat alasannya seperti itu," papar Nailul.
Menurut Nailul, penilaian terhadap kinerja Purbaya tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan APBN, tetapi juga kondisi internal kementerian. Ia menduga kedua aspek tersebut menjadi pertimbangan dalam keputusan pencopotan Purbaya.
Baca Juga: Dicopot Mendadak, Purbaya Seperti Tidak Dihargai oleh Presiden, Caranya Ga Seperti itu Juga
"Kalau kita lihat dari sisi misalkan berbagai macam lah, kita dari awal tahun sebenarnya sudah bilang juga bahwa APBN ini tidak kredibel. Buktinya apa? Beberapa lembaga rating juga mengatakan hal yang serupa di awal tahun gitu kan."
"Nah, inilah yang memang menjadikan ya tadi kita bilang kinerjanya jelek, internalnya juga jelek, ya memang harusnya memang diganti," katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: