Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hitung-hitungan Beban Ekologis di Balik Megaproyek Data Center Nasional

Hitung-hitungan Beban Ekologis di Balik Megaproyek Data Center Nasional Kredit Foto: PLN

Airlangga mengatakan peningkatan kebutuhan energi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh perkembangan industri berbasis teknologi.

"Dengan demikian, kalau energinya tersedia, maka untuk mendukung artificial intelligence atau digitalisasi, data center itu menjadi sangat penting. Data center ini adalah industri yang momentumnya tiga sampai empat tahun ke depan," jelas Airlangga di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut Airlangga, kapasitas pusat data Indonesia dalam waktu dekat diperkirakan mencapai sekitar 1,5 gigawatt. Ia mencontohkan pengembangan Nongsa Digital Park yang fase pertamanya telah sold out dan memasuki tahap ekspansi, serta pertumbuhan kawasan Karawang-Bekasi yang berlangsung cepat.

Di sisi lain, PLN melihat penyebaran data center masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali. Jawa Barat menjadi salah satu klaster terbesar karena memiliki infrastruktur listrik dan kawasan industri yang mendukung.

Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, mengatakan kapasitas tersambung data center di wilayah Jawa, Madura, dan Bali mencapai 2.038 MVA.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 6% dari total daya mampu kelistrikan Jamali pada periode Lebaran 2026.

Namun, ekspansi mulai bergerak ke luar Jawa, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan perencanaan pembangkit dan jaringan menjadi semakin penting.

Baca Juga: IESR Bongkar Besarnya Kebutuhan Air Data Center AI Jatiluhur

PLN kemudian mendorong pendekatan early alignment atau koordinasi sejak tahap awal pembangunan agar pengembangan infrastruktur listrik dapat mengikuti kebutuhan industri.

Air: Tantangan Baru di Balik Ekspansi Data Center

Jika listrik menjadi fondasi utama operasional data center, maka air menjadi tantangan lain yang mulai mendapat perhatian.

Kasus Batam menjadi salah satu contoh bagaimana pertumbuhan industri digital berhadapan dengan keterbatasan sumber daya wilayah.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: